HEADLINEKALTIM.CO, TENGGARONG – Penyaluran bantuan langsung tunai (BLT) tahun 2026 di Kabupaten Kukar hingga pertengahan Mei masih belum terealisasi. Keterlambatan ini menambah daftar program yang belum tersalurkan setelah sebelumnya insentif guru honor dan swasta juga mengalami penundaan.
Kepala Dinas Sosial Kutai Kartanegara, Rinda Desianti, menegaskan bahwa BLT 2026 Kukar memang belum dicairkan selama lima bulan terakhir. “Iya belum cair BLT lima bulan,” ujar Rinda, Jumat (15/5/2026).
Ia menjelaskan, keterlambatan pencairan BLT 2026 Kukar disebabkan belum terpenuhinya Surat Penyediaan Dana (SPD) yang menjadi syarat utama dalam proses permintaan pembayaran pada item belanja APBD.
Menurutnya, pihak Dinas Sosial telah menyiapkan langkah untuk mengusulkan penambahan SPD kepada pemerintah kabupaten agar proses pencairan BLT 2026 Kukar bisa segera dilakukan.
“Jika penambahan SPD disetujui, maka langsung proses pencairan BLT,” jelasnya.
Rinda menyebutkan, penyaluran BLT 2026 Kukar nantinya akan dilakukan melalui rekening bank masing-masing penerima manfaat. Tahun ini, program tersebut menyasar sebanyak 500 keluarga penerima manfaat (KPM) yang telah terdata.
Meski begitu, ia mengakui kondisi keuangan daerah saat ini membuat pencairan BLT 2026 Kukar belum memungkinkan dilakukan sekaligus untuk lima bulan.
Sebagai langkah awal, pemerintah daerah merencanakan pencairan bertahap dengan mendahulukan pembayaran dua bulan pertama. “Dibayarkan dua bulan terlebih dahulu periode Januari-Februari saja,” katanya.
Untuk nominal bantuan, setiap keluarga penerima manfaat dalam program BLT 2026 Kukar akan menerima Rp200 ribu per bulan.
Mantan Ketua KPU Kukar itu memastikan penyaluran BLT 2026 Kukar dilakukan secara selektif dan tepat sasaran. Penetapan penerima mengacu pada indikator kelayakan yang telah ditetapkan pemerintah pusat.
Ia menjelaskan, penerima BLT 2026 Kukar berasal dari kelompok masyarakat yang masuk kategori desil 1 hingga 5 dalam basis data kesejahteraan nasional. “Sesuai data pemerintah pusat, yang masuk desil 1-5 yang mendapatkan BLT,” tegasnya. (Andri)



