src="https://news.google.com/swg/js/v1/swg-basic.js">
Kepala Disnakertrans Berau, Zulkifli Azhari.HEADLINEKALTIM.CO, TANJUNG REDEB – Sejak awal tahun 2025, tercatat sudah ada 15 badan usaha perhotelan yang siap melakukan rekrutmen pekerja di Kabupaten Berau. Ini diyakini bisa jadi solusi mengurangi angka pengangguran di Bumi Batiwakkal.
“Sektor wisata ini memiliki potensi besar dalam menciptakan lapangan kerja baru di Berau. Apalagi kehadiran usaha bidang jasa yang mendukung upaya pengembangan Pemkab Berau dalam sektor wisata,” ujar Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Berau, Zulkifli Azhari, ditemui Rabu 5 Maret 2025.
Optimisme penyerapan tenaga kerja itu berdasarkan proyeksi pembangunan di Berau hingga 20 tahun ke depan. Dengan adanya dukungan pemerintah, industri wisata menjadi salah satu sektor yang dapat diandalkan meningkatkan ekonomi masyarakat.
“Sudah ada sekitar 15 perusahaan perhotelan yang mendaftarkan diri untuk melakukan rekrutmen. Angka itu akan terus bertambah, seiring meningkatnya kunjungan wisata di Berau. Apalagi yang diprioritaskan orang lokal dengan skill di bidang pariwisata,” tambahnya.
Dia mencontohkan kawasan pesisir Berau yang saat ini semakin ramai bisnis penginapan dan hotel. Hal ini tentu memberikan dampak positif dalam serapan tenaga kerja di Berau.
Selain wisata, sektor pertambangan juga masih menjadi primadona penyerapan tenaga kerja. Apalagi, sektor ini aktif meningkatkan nilai pendapatan daerah, dan mengurangi angka pengangguran.
“Ini akan kita monitor setiap triwulannya. Bagaimana penyerapan tenaga kerjanya. Dan sebagai realisasi Perda penyerapan tenaga kerja lokal di Berau,” tutupnya.
Berdasarkan data Disnakertrans Berau, pada tahun 2024 lalu, lebih dari 27 ribu tenaga kerja lokal terserap. Sektor pertambangan masih menjadi yang paling diminati dalam penyerapan tenaga kerja.
Dari total 46.009 tenaga kerja yang terserap hingga November 2024, sebanyak 27.265 orang atau 57 persen merupakan warga ber-KTP Berau. Angka ini mengalami penurunan dibanding tahun 2023 yang terserap sebanyak 28.751 orang.
Selain tenaga kerja lokal, ada juga tenaga kerja dari kategori Antar Kerja Antar Daerah (AKAD) sebanyak 12.669 orang atau 29 persen, Antar Kerja Lokal (AKL) sebanyak 6.075 orang atau 11 persen, dan tenaga kerja asing (TKA) sebanyak 45 orang atau satu persen dari total keseluruhan. (Riska)
Berita Terkini di Ujung Jari Anda! Ikuti Saluran WhatsApp Headline Kaltim untuk selalu up-to-date dengan berita terbaru dan Temukan berita populer lainnya di Google News Headline Kaltim