src="https://news.google.com/swg/js/v1/swg-basic.js">
Pemudik kapal Prince Soya, saat keberangkatan dari Pelabuhan Samarinda menuju Parepare, Sulawesi Selatan. (Foto: RRI Samarinda/Chella) HEADLINEKALTIM.CO, SAMARINDA – Jumlah pemudik yang menggunakan jalur laut dari Samarinda menuju Parepare, Sulawesi Selatan, tercatat mengalami peningkatan sekitar 15 persen dibandingkan hari biasa.
Dilansir dari RRI Samarinda, lonjakan penumpang terjadi pada keberangkatan Kapal Motor (KM) Prince Soya yang melayani rute Samarinda–Parepare pada Minggu, 15 Maret 2026. Kapal tersebut diberangkatkan dari Pelabuhan Samarinda pada siang hari dengan membawa ribuan pemudik menuju Sulawesi Selatan.
Direktur Utama PT Bunga Teratai, Syahril Sarapping, mengungkapkan jumlah penumpang pada keberangkatan tersebut mencapai sekitar 1.750 orang.
“Jumlah penumpang hari ini ada sekitar 1.750 orang, jadi ada penambahan sekitar 15 persen,” ujarnya.
KM Prince Soya merupakan kapal milik PT Bunga Teratai yang secara rutin melayani pelayaran dari Samarinda menuju Parepare. Menurut Syahril, keberangkatan pada hari itu menjadi puncak arus mudik Lebaran tahun ini di jalur laut tersebut.
“Puncaknya memang hari ini,” kata Syahril.
Meski terjadi peningkatan jumlah penumpang, ia menilai secara keseluruhan arus mudik tahun ini masih tergolong normal. Jumlah pemudik dinilai tidak jauh berbeda dibandingkan tahun lalu.
“Normal saja, tidak juga lebih dan tidak juga kurang. Mungkin karena kondisi ekonomi sekarang naik turun,” ujarnya.
Ia juga menilai sebagian masyarakat kemungkinan memilih tetap berada di Samarinda selama Lebaran sehingga lonjakan pemudik tidak terlalu signifikan seperti beberapa tahun sebelumnya.
Selain keberangkatan pada Minggu, PT Bunga Teratai masih menyiapkan dua jadwal pelayaran tambahan dalam pekan ini untuk melayani pemudik menuju Parepare.
“Insyaallah masih ada dua kali lagi keberangkatan, yaitu hari Rabu dan Kamis,” kata Syahril.
Sementara itu, KM Prince Soya yang berangkat pada Minggu dijadwalkan kembali dari Parepare menuju Samarinda pada Selasa. Setelah tiba di Samarinda, kapal tersebut akan kembali diberangkatkan untuk melayani pemudik pada Rabu.
Di sisi lain, tingginya jumlah penumpang membuat sebagian calon pemudik yang datang dari luar kota harus menunggu di kawasan pelabuhan sebelum waktu keberangkatan. Beberapa di antaranya bahkan memilih bermalam di sekitar area pelabuhan.
Syahril menjelaskan, penumpang memang tidak diperkenankan langsung naik ke kapal jauh sebelum jadwal keberangkatan demi alasan keselamatan.
“Kalau penumpang langsung dinaikkan ke kapal juga berbahaya, misalnya, merokok di dalam kapal bisa memicu kebakaran,” ujarnya.
Karena itu, para penumpang yang datang lebih awal diarahkan untuk menunggu di ruang tunggu yang disediakan oleh Pelindo. Fasilitas tersebut dimanfaatkan oleh pemudik yang datang dari berbagai daerah di sekitar Samarinda seperti Bontang, Sangatta, hingga wilayah Muara.