HEADLINEKALTIM.CO, TENGGARONG – Kegiatan lomba cerdas cermat (LCC) Biologi Kimia Kukar digelar di Aula SMAN 2 Tenggarong pada Rabu (12/5/2026). Meskipun tidak memperoleh dukungan pendanaan melalui APBD Kalimantan Timur, perlombaan tetap terselenggara berkat gotong royong para guru dan dukungan sejumlah donatur.
Ketua Panitia Pelaksana, Syahrudin, mengungkapkan bahwa ajang LCC Biologi Kimia Kukar tahun ini diikuti 19 regu dari berbagai SMA di Kutai Kartanegara. “Satu regu mewakili satu SMA,” ungkapnya.
Menurut Syahrudin, minat sekolah untuk berpartisipasi sebenarnya jauh lebih besar. Namun, kondisi efisiensi anggaran sekolah membuat sejumlah sekolah, terutama dari wilayah Kukar Hulu, terpaksa membatalkan keikutsertaan. “Banyak yang kabari saya mau ikut LCC, tapi belum ada dana operasional,” jelasnya.
Kondisi tersebut menjadi tantangan tersendiri bagi pelaksanaan LCC Biologi Kimia Kukar. Meski demikian, semangat menjaga kualitas pendidikan Kukar membuat panitia tetap berupaya agar lomba dapat terlaksana.
Untuk menutupi kebutuhan pembiayaan, seluruh dana penyelenggaraan dihimpun secara swadaya melalui kontribusi pengurus dan anggota MGMP Biologi Kimia, ditambah dukungan dari sejumlah donatur yang peduli terhadap pengembangan pendidikan.
Langkah ini menjadi bukti bahwa keterbatasan anggaran tidak menjadi penghalang bagi dunia pendidikan untuk terus berinovasi. Dalam pelaksanaannya, lomba cerdas cermat SMA Kukar ini menerapkan sistem seleksi berjenjang. Pada babak penyisihan, peserta diminta menjawab 30 soal esai singkat dalam waktu satu jam.
Setiap tim diwajibkan menjawab seluruh soal tanpa ada yang dikosongkan. Dari tahap tersebut, akan dipilih sembilan regu terbaik untuk melanjutkan ke babak berikutnya.
Di tahap lanjutan, peserta diuji melalui sesi pertanyaan wajib dan pertanyaan pilihan yang dijawab secara langsung. “Soal dibuatkan oleh juri yang semuanya berasal dari Fakultas MIPA Unmul Samarinda,” jelas Syahrudin.
Keterlibatan akademisi dari Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Mulawarman menjadi jaminan kualitas soal dalam LCC Biologi Kimia Kukar, sekaligus memastikan standar kompetisi tetap tinggi.
Kepala Cabang Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kaltim Wilayah III Kukar, Muhammad Rusli, menegaskan bahwa efisiensi anggaran sekolah tidak boleh menghentikan upaya peningkatan mutu pendidikan.
Menurutnya, kegiatan seperti LCC Biologi Kimia Kukar sangat penting sebagai sarana mengukur kemampuan akademik siswa sekaligus mengembangkan minat dan bakat di bidang sains.
Ia menilai kompetisi ini juga menjadi instrumen evaluasi terhadap efektivitas proses pembelajaran yang selama ini berjalan di sekolah. “Ini juga jadi momentum evaluasi pembelajaran biologi kimia agar siswa berani tampil dimuka umum juga sangat baik,” pungkasnya. (Andri)