src="https://news.google.com/swg/js/v1/swg-basic.js"> Kaltim Peringkat Teratas Indeks Kemerdekaan Pers

Kaltim Peringkat Teratas Indeks Kemerdekaan Pers

waktu baca 2 menit
Jumat, 9 Sep 2022 19:30 236 huldi amal

HEADLINEKALTIM.CO, SAMARINDA – Kalimantan Timur (Kaltim) menyabet peringkat teratas dalam Indeks Kemerdekaan Pers (IKP) se- Indonesia. Penilaian tersebut berdasarkan survei IKP 2022 yang dilakukan Dewan Pers di 34 Provinsi yang meliputi tiga lingkungan dengan 20 indikator, serta melibatkan Informan Ahli sebagai responden dan 10 anggota Dewan Penyelia Nasional (National Assesment Council).

Hasil survei tersebut, Provinsi Kaltim meraih nilai tertinggi dengan raihan sebesar 83,78 poin, sementara Provinsi Papua Barat mendapat nilai terendah sebesar 69,23 poin.

Hal ini disampaikan dalam Sosialisasi IKP 2022 Kaltim yang digelar oleh Dewan Pers di Hotel Swiss Bell Jalan Mulawarman No.6 Kelurahan Pelabuhan Kota Samarinda, pada Jumat 9 September 2022.

Wakil Ketua Komisi Hukum dan Perundang-undangan Dewan Pers Ninik Rahayu menyampaikan adanya komitmen dari pemerintah untuk mempertahankan prestasi yang telah dicapai Kaltim.

“Selain memberikan pemahaman, juga disambut baik dengan Komitmen Pemerintah Provinsi untuk mempertahankan yang sudah baik dan memperbaiki yang belum baik,” bebernya kepada headlinekaltim.co.

Ninik Rahayu kembali melanjutkan bahwa komitmen Pemprov Kaltim perlu diformulasikan menjadi payung hukum yang jelas untuk pers.

“Supaya hal baik ini dapat di formulasikan. Bisa dalam bentuk payung hukum, agar kemerdekaan Pers dapat terjamin. Agar tidak ada lagi kekerasan terhadap wartawan,” tutupnya.

Selaras dengan Ninik Rahayu, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kaltim Muhammad Faisal menyampaikan dukungannya terhadap peningkatan IKP Kaltim.

“Ini kerja bersama, tidak hanya pemerintah tapi bersama wartawan dan sektor lainnya. Peningkatannya terlihat jelas dari tahun sebelumnya di peringkat tiga, kini peringkat satu,” katanya.

Ia juga menyampaikan komitmen bahwa apa yang telah dicapai kini, harus dipertahankan dan apa yang kurang juga harus di perbaiki.

“Kita syukuri. Jadi apa yang sudah berhasil diraih harus kita pertahankan dan yang kurang harus kita perbaiki,” tandasnya.

Penulis: Erick

LAINNYA
x