src="https://news.google.com/swg/js/v1/swg-basic.js">
Ketua KPU Samarinda Firman Hidayat menemui peserta aksi. (Foto: Riski/headlinekaltim.co)HEADLINEKALTIM.CO, SAMARINDA – Puluhan orang yang mengatasnamakan diri Aliansi Ormas Daerah Peduli Demokrasi menggelar aksi menolak hasil hitung cepat terkait perolehan suara peserta Pilkada serentak tahun 2020.
Aksi tersebut dilakukan di depan Sekretariat KPU Samarinda , Jalan Juanda, Kecamatan Samarinda Ulu, Kota Samarinda, Kalimantan Timur pada Kamis 10 Desember 2020.
Koordinator aksi, Erly Sopiansyah mengungkapkan aksi mereka bertujuan untuk meminta kepada masyarakat agar tidak percaya dengan hitung cepat atau quick count terkait Pilkada Samarinda 2020.
“Kami di sini menyampaikan agar masyarakat agar jangan percaya dengan quick count dan tetap menunggu sampai hasil real count dari KPU keluar”, ungkapnya, ditemui saat aksi.
Erly berharap agar KPU Samarinda bisa bekerja dengan jujur dalam tahapan penghitungan suara.
“Kami minta KPU untuk bisa bekerja secara jujur, transparan, dan tidak ada tekanan dari pihak maupun, dan kami siap mengawal KPU sampai pengumuman nanti,” ujar Erly.
Ketua KPU Samarinda Firman Hidayat menegaskan pihaknya sama sekali tidak merilis hasil dari perolehan suara masing-masing peserta Pilkada 2020.
“Kami dari KPU Samarinda belum menetapkan sama sekali hasil dari perhitungan suara pilkada serentak ini”, tegas Firman saat ditemui di ruangannya.
“Di tanggal 10 sampai dengan tanggal 14 penghitungan masih ada di tingkat kecamatan dan sekarang sedang berlangsung rekapitulasi suara oleh Panitia Pemilihan di tingkat kecamatan,” pungkasnya.
Penulis: Riski
Editor: MH Amal
Berita Terkini di Ujung Jari Anda! Ikuti Saluran WhatsApp Headline Kaltim untuk selalu up-to-date dengan berita terbaru dan Temukan berita populer lainnya di Google News Headline Kaltim