src="https://news.google.com/swg/js/v1/swg-basic.js">
HEADLINEKALTIM.CO – Bicara dengan diri sendiri, atau yang dikenal sebagai self-talk, masih sering dianggap aneh bahkan dikaitkan dengan gangguan kejiwaan. Padahal, kebiasaan ini justru terbukti bermanfaat untuk kesehatan mental, terutama dalam mengelola emosi dan memperkuat kepercayaan diri.
Sejak usia dini, banyak orang tanpa sadar sudah melakukan self-talk, misalnya saat bermain, berjalan, atau ketika sendirian di rumah. Kebiasaan ini kemudian berkembang menjadi cara seseorang menenangkan diri, menyemangati diri, hingga memahami perasaan yang sulit diungkapkan secara verbal.
Menurut Grace Lautman, seorang konselor kesehatan mental, self-talk sangat penting terutama bagi mereka yang cenderung lebih mudah memahami perasaan orang lain daripada diri sendiri.
“Sebagai anak-anak, kita menyerap suara dan respons pengasuh kita. Kadang, suara-suara ini berkembang menjadi suara internal yang sangat kritis karena kita belajar menghindari kesalahan dalam lingkungan yang tidak sepenuhnya aman,” kata Lautman, dikutip dari Real Simple, seperti dilansir cnnindonesia.com.
Berikut ini lima manfaat self-talk bagi kesehatan mental yang perlu diketahui:
Self-talk membantu memperkuat rasa percaya diri dan mengingatkan kita bahwa hidup ada dalam kendali kita sendiri. Dengan berbicara kepada diri sendiri, kita memberi ruang untuk menyembuhkan bagian dari diri yang dulu kurang mendapatkan validasi.
“Saat mengucapkan sesuatu kepada diri sendiri, itu seperti memberikan ‘pengasuhan ulang’ pada bagian diri Anda yang dulu tidak mendapat kesempatan untuk tumbuh dengan rasa percaya diri yang kokoh,” terang Lautman.
Self-talk menciptakan ruang aman bagi sistem saraf, yang membuat kita merasa lebih tenang. Kebiasaan ini juga membantu kita merespons situasi sulit dengan lebih rasional, serta mengurangi kecemasan dan ketakutan yang muncul tiba-tiba.
Cara kita memperlakukan diri sendiri sering kali mencerminkan bagaimana kita memperlakukan orang lain. Dengan mengenali dan memahami emosi pribadi, kita bisa membangun empati yang lebih besar dalam hubungan sosial, sekaligus meningkatkan kemampuan menyelesaikan konflik.
Berbicara kepada diri sendiri juga memberi ruang untuk menertawakan kesalahan atau kebiasaan aneh. Self-talk bisa menjadi cara ringan untuk melihat masalah secara lebih santai, mengurangi stres, dan memperluas perspektif hidup.
Seiring bertambahnya usia, banyak orang berhenti bertanya pada dirinya sendiri. Padahal, dialog batin melalui self-talk membuka ruang untuk menggali pikiran dan perasaan yang tersembunyi, serta membantu menemukan jawaban dari dalam diri sendiri.
Self-talk bukanlah pertanda kehilangan kewarasan, tapi justru bentuk kedekatan dengan diri sendiri. Dalam kehidupan yang penuh tekanan, hubungan yang sehat dengan diri sendiri adalah fondasi penting untuk menjaga kesehatan mental.
“Ingat, berbicara kepada diri sendiri bukanlah tanda kegilaan, melainkan bentuk kesadaran diri. Hubungan yang Anda miliki dengan diri sendiri adalah hubungan paling penting dalam hidup Anda.”
Artikel Asli baca di cnnindonesia.com
Berita Terkini di Ujung Jari Anda! Ikuti Saluran WhatsApp Headline Kaltim untuk selalu up-to-date dengan berita terbaru dan Temukan berita populer lainnya