src="https://news.google.com/swg/js/v1/swg-basic.js">
Dokter Spesialis Paru RSUD Abdul Wahab Sjahranie Samarinda, dr Yanti Evi Gultom saat memberikan keterangan terkait perkembangan kasus COVID-19 di Samarinda. ANTARA/HO-Diskominfo Kaltim HEADLINEKALTIM.CO, SAMARINDA – Kabar menggembirakan datang dari Rumah Sakit Umum Daerah Abdul Wahab Sjahranie (RSUD AWS) Samarinda. Seorang pasien COVID-19 yang sebelumnya menjalani perawatan intensif kini telah dinyatakan sembuh dan diperbolehkan pulang. Informasi ini membawa secercah harapan di tengah kekhawatiran masyarakat terhadap kemunculan kembali varian COVID-19 yang bermutasi dari Omicron.
Senyum lega mengiringi kepulangan seorang pasien COVID-19 dari ruang perawatan RSUD AWS. Menurut keterangan resmi dari dokter spesialis paru, dr. Yanti Evi Gultom, kondisi pasien telah membaik secara signifikan. “Komorbid pasien ini sudah membaik dan keluhan respiratorik sudah tidak ada lagi, maka yang bersangkutan dibolehkan pulang,” ujarnya dalam keterangan tertulis di Samarinda, Selasa (10/6).
Kesembuhan pasien ini menjadi kabar positif di tengah tren kenaikan ringan kasus COVID-19 di beberapa daerah. Namun, belum semua pasien bisa menikmati kepulangan serupa.
Di sisi lain, seorang pasien lain masih menjalani perawatan karena kondisi penyakit penyerta (komorbid) yang belum sepenuhnya stabil. Kendati demikian, dr. Yanti menyebut bahwa perkembangan pasien kedua ini menunjukkan arah positif.
“Kondisi pasien kedua ini stabil dan jika terus membaik kemungkinan besar juga akan segera dipulangkan,” jelasnya.
Langkah-langkah perawatan tetap dilakukan secara ketat, mengingat varian terbaru dari COVID-19 yang saat ini beredar di Indonesia merupakan turunan dari varian Omicron.
Menurut data dan observasi medis yang dilakukan di RSUD AWS, varian yang kini beredar menunjukkan kemiripan gejala dengan flu berat. Gejala yang umum ditemukan antara lain: demam tinggi, batuk, pilek, nyeri tenggorokan, mata merah, serta mual. Meskipun terdengar seperti flu biasa, varian ini tetap perlu diwaspadai karena berpotensi memperburuk kondisi pasien dengan komorbid.
“Sesungguhnya varian COVID-19 yang saat ini beredar merupakan turunan dari varian Omicron,” ungkap dr. Yanti.
Ia menegaskan pentingnya skrining menyeluruh terhadap pasien yang menunjukkan gejala serupa flu untuk mencegah penyebaran di lingkungan rumah sakit dan masyarakat umum.
Meski angka kasus tidak melonjak secara drastis, dr. Yanti mengimbau masyarakat untuk tetap waspada dan tidak mengabaikan protokol kesehatan. Ia menyarankan agar masyarakat segera mengenakan masker apabila mengalami gejala flu, menjaga kebersihan, serta menerapkan pola hidup sehat.
“Kami petugas kesehatan medis akan bekerja sebaik mungkin untuk menjaga keselamatan pasien kami,” tegasnya.
Imbauan ini sejalan dengan langkah pemerintah yang kembali menekankan pentingnya pencegahan sebagai garda terdepan. Upaya kolektif dari masyarakat dan petugas kesehatan dianggap sebagai kunci utama untuk mencegah gelombang baru infeksi.
Artikel Asli baca di antaranews.com
Berita Terkini di Ujung Jari Anda! Ikuti Saluran WhatsApp Headline Kaltim untuk selalu up-to-date dengan berita terbaru dan Temukan berita populer lainnya