23 C
Samarinda
Thursday, August 11, 2022

Sarkowi: Kok, Terulang Lagi!

HEADLINEKALTIM.CO, TENGGARONGpan> Realisasi serapan bantuan keuangan(Bankeu) Kaltim di empat daerah tidak mencapai 100 persen. Ini disesalkan anggota Banggar DPRD Kaltim DR Sarkowi V Zahry.

Pihaknya akan memanggil Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKADpan>) Kaltim untuk berkoordinasi dan mencari solusi masalah tersebut. “Kok, masalah tidak terserap 100 persen Bankeu Kaltim terulang lagi,” ucap Owi, sapaannya, Jumat 7 Januari 2022.

Daerah dengan serapan Bankeu yang daya serapnya tidak capai 100 persen yaitu Kota Balikpapan hanya terserap 65 persen dengan nilai Rp 83.785.000.000, selanjutnya Kukar yang data serapnya hanya 65 persen yaitu Rp 71.792.500.000.

Kemudian, Kutim yang terserap 65 persen dengan besaran Rp 73.171.799.192. Paling rendah dialami Kota Bontang hanya mampu menyerap 25 persen saja sebesar Rp 12.159.500.000. Total anggaran yang tidak terserap dari empat daerah tersebut sebesar Rp 159 miliar.

Ketua KAHMI Kukar ini mengatakan, DPRD Kaltim sudah mengundang BPKAD Kaltim, dan BPKAD dan Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) kabupaten/kota. “Sayangnya Kepala BPKAD Kaltim tidak hadir, hanya mengutus pegawainya yang tidak bisa ambil keputusan. Kasihan daerah-daerah yang sudah jauh-jauh datang ke DPRD Kaltim, ” katanya.

Pihaknya akan mengundang kembali BPKAD Kaltim. Selain membahas daya serap Bankeu, sekaligus mengevaluasi kinerja BPKAD Kaltim.

Menurut dia, penyebab daya serap Bankeu Kaltim di kabupaten/kota rendah cukup beragam. Seperti perubahan regulasi, koordinasi antara Pemprov dan Pemkab/Pemkot yang lemah, dan tak adanya jaminan kepastian transfer dari provinsi ke daerah.

“Buktinya, ada pekerjaan yang sudah selesai, namun belum dibayarkan yang anggarannya bersumber dari Bankeu. Jika terjadi telat bayar ke rekanan, maka akan dibebankan pembayarannya ke pihak ketiga,” sebutnya.

Dari rapat koordinasi lanjutan nantinya, dapat diketahui penyebab Bankeu tidak terserap 100 persen dimana. Tiap daerah punya masalah berbeda-beda.

“Saya sarankan antara Pemprov dan Pemkabdan Pemkot, jangan saling menyalahkan satu dengan yang lainnya agar pembangunan di Kaltim semakin bergeliat, ” paparnya.

Soal serapan Bankeu Kaltim yang tidak mencapai 100 persen, Bupati Kukar Edi Damansyah tidak membantahnya. Dia membeber alasannya.

“Masih ada yang belum dilelang karena waktunya sangat sempit, kisaran dua bulan. Mana ada yang sanggup ngerjakan proyek dengan batas waktu dua bulan. Superman saja pasti tidak sanggup, ” tegas Edi.

Edi memastikan, apa yang terjadi di 2021 akan terus dievaluasi. Dia akan melakukan komunikasi secara intens dengan Pemprov Kaltim. “Insya Allah, kita upayakan tahun 2022 ini, Bankeu Pemprov Kaltim akan terserap 100 persen, ” pungkasnya.

Penulis: Andri

Komentar
- Advertisement -

LIHAT JUGA

- Advertisement -

TERBARU