src="https://news.google.com/swg/js/v1/swg-basic.js"> Purbaya Buka Suara soal Sumber Gaji Manajer Kopdes Merah Putih

Purbaya Buka Suara soal Sumber Gaji Manajer Kopdes Merah Putih

3 minutes reading
Friday, 24 Apr 2026 12:12 1 gleadis

HEADLINEKALTIM.CO, JAKARTA – Program koperasi desa menjadi perhatian setelah pemerintah membuka puluhan ribu lowongan kerja. Namun, sumber pembiayaan gaji para manajer masih belum jelas. Dilansir dari CNN Indonesia, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengaku belum mengetahui secara pasti sumber anggaran untuk membayar gaji 30 ribu manajer Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (Kopdes Merah Putih).

Ia menyebut masih akan memastikan apakah gaji tersebut berasal dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) atau sumber lain.

“(Sumber gaji) koperasi saya enggak tahu, nanti saya pastikan,” kata Purbaya di Jakarta, Rabu (22/4/2026).

Meski demikian, Purbaya memastikan pemerintah akan menanggung cicilan pembangunan program Kopdes Merah Putih yang nilainya mencapai Rp40 triliun per tahun. Dana tersebut dialokasikan dari Dana Desa.

Ia menjelaskan, dari total Dana Desa sebesar Rp60 triliun setiap tahun, sekitar Rp40 triliun akan digunakan untuk membayar cicilan pembangunan koperasi tersebut selama enam tahun ke depan.

“Saya bayar ke koperasi (merah putih) hanya cicilan Rp40 triliun setiap tahun sampai enam tahun ke depan gitu. Yang lain saya enggak tahu,” ujarnya.

Di sisi lain, pemerintah telah membuka rekrutmen besar-besaran untuk posisi manajer Kopdes Merah Putih sejak 15 April hingga 24 April 2026.

Program ini bertujuan menyiapkan sumber daya manusia yang akan mengelola koperasi desa serta memimpin tenaga kerja dari masyarakat setempat.

Setiap koperasi direncanakan memiliki satu manajer dan minimal 10 pekerja. Dengan target pembangunan hingga puluhan ribu koperasi, program ini diperkirakan mampu menyerap ratusan ribu tenaga kerja.

Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menyebut jumlah tenaga kerja yang terserap bisa mencapai ratusan ribu orang.

“Bila satu koperasi terdiri dari satu manajer dan minimal terdapat 10 pekerja di setiap koperasi, maka minimal akan ada 800 ribu pekerja baru di 80 ribu Koperasi Desa Merah Putih yang rencana akan dibangun secara bertahap,” tulisnya.

Program ini merupakan bagian dari percepatan pembentukan Kopdes Merah Putih dan Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP).

Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan menyampaikan bahwa para manajer Kopdes akan diangkat sebagai pegawai BUMN dengan skema Perjanjian Kerja Waktu Tertentu (PKWT).

Mereka akan berada di bawah naungan PT Agrinas Pangan Nusantara dan PT Agrinas Jaladri Nusantara, dengan masa penugasan awal selama dua tahun.

Pada tahap awal, pemerintah membuka 35.476 formasi yang terdiri dari 30 ribu manajer Kopdes dan 5.476 pengelola Kampung Nelayan Merah Putih.

Pendaftaran dilakukan secara daring dan terbuka bagi lulusan D3 hingga S1 dari semua jurusan, dengan batas usia maksimal 35 tahun dan IPK minimal 2,75.

Ketidakjelasan sumber gaji ini menjadi sorotan, di tengah besarnya skala program dan potensi penyerapan tenaga kerja yang diharapkan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi di tingkat desa.

banner pemkab berau baru
LAINNYA
x