src="https://news.google.com/swg/js/v1/swg-basic.js">
Kepala KPPN Tanjung Redeb, Gusti Hasbullah.( Foto: Riska) HEADLINEKALTIM.CO, TANJUNG REDEB – Transaksi belanja negara melalui DIGIPAY masih terbilang rendah. Pasalnya, berdasarkan data sampai awal Desember 2022 hanya mencapai Rp 30,3 juta.
Kepala KPPN Tanjung Redeb, Gusti Hasbullah menyampaikan pada tahun 2021 hanya mencapai Rp 5,4 juta. Dikatakannya, walaupun terdapat kenaikan, tetapi masih belum optimal jika dilihat dari peluang belanja barang pada kementerian/lembaga.
“Untuk perkembangan transaksi digital masyarakat melalui belanja online saat ini berkembang pesat. Akan tetapi berbanding terbalik dengan transaksi belanja pemerintah pusat pada Kabupaten Berau,” jelasnya.
Dia menyebut transaksi belanja pemerintah digital melalui DIGIPAY telah diujicobakan sejak akhir tahun 2019. Hal ini sesuai dengan Peraturan Direktur Jenderal Perbendaharaan Nomor PER-20/PB/2019.
“Dengan adanya peraturan ini diharapkan seluruh kementerian/lembaga melalui satker masing-masing dapat mengimplementasikan belanja pemerintah melalui DIGIPAY,” tuturnya.
Dijelaskannya, melalui transaksi DIGIPAY, satuan kerja dalam pelaksanaan APBN akan lebih efektif dan efesien. Prosesnya juga secara otomatis dan terintegrasi mulai dari pengadaan, pembayaran, perpajakan, dan pelaporan.
“Apalagi sistem DIGIPAY juga akan sangat berdampak bagi pelaku UMKM yang dapat berpartisipasi menjadi vendor dalam penyediaan barang dan jasa bagi pemerintah. Seperti penyediaan konsumsi rapat, ATK, pemeliharaan AC, suplies komputer, dan lain sebagainya,” ucapnya.
Saat ini, baru terdaftar 13 satuan kerja dan 7 vendor di Kabupaten Berau pada sistem DIGIPAY. Untuk syarat pendaftaran, dia menambahkan, vendor atau UMKM memiliki rekening pada salah satu perbankan, NPWP dan izin usaha dari pejabat yang berwenang, serta meng-upload barang-barang ke dalam aplikasi DIGIPAY.
“Hal ini mulai kami gencarkan, apalagi melihat potensi yang luar biasa terhadap UMKM kementerian keuangan beserta bank persepsi terus bersinergi untuk mengembangkan Aplikasi DIGIPAY yang telah bertransformasi menjadi DIGIPAY SATU,” terangnya.
Lanjutnya, DIGIPAY SATU bertujuan untuk mempermudah transaksi dengan menyatukan platform DIGIPAY beberapa bank dalam satu aplikasi terintegrasi.
“Kami dan seluruh satker di Kabupaten Berau secara bertahap akan mengimplementasikan DIGIPAY yang akan dioptimalkan pada tahun 2023,” pungkasnya.
Penulis: Riska