24 C
Samarinda
Jumat, Agustus 6, 2021

Reses ke Kampung Tenun Samarinda Seberang, Jawad Sirajudin Terima Keluhan Warga Terkait Jalan dan PPDB

HEADLINEKALTIM.CO, SAMARINDA Menjadi daerah destinasi wisata, nyatanya tak membuat kampung Tenun RT 1, Kelurahan Tenun, Samarinda Seberang terbebas dari persoalan infrastruktur jalan.

Faktanya hingga saat ini, banyak kondisi jalan yang rusak. Hingga sering kali menyebabkan kemacetan, lantaran juga berada di sekitar pemukiman padat.

Persoalan itulah yang menjadi salah satu keluhan warga RT 1 Kampung Tenun kepada anggota DPRD Kaltim Jawad Sirajuddin, saat dirinya menggelar kegiatan serap aspirasi masyarakat (Reses) masa sidang II tahun 2021 baru-baru ini.

Dikatakannya, sejak ditetapkannya kampung Tenun sebagai daerah destinasi wisata oleh pemerintah kota (Pemkot) Samarinda, sebenarnya itu menjadi salah satu peningkatan untuk mempromosikan hasil kerajinan masyarakat setempat untuk dikenal, tidak hanya untuk lokal domestik saja tetapi internasional.

Namun, dengan kondisi yang ada, akses jalan yang kurang mendukung, tentu menjadi hal yang sangat disayangkan oleh anggota DPRD Kaltim Dapil Samarinda ini.

Selain itu, keluhan warga lainnya adalah mengenai pendidikan, khusus dalam hal penerapan zonasi di masa Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) dan minimnya gedung sekolah untuk tingkat SLTA Negeri di Samarinda Seberang.

“Permasalahan pendidikan juga jadi permasalahan warga. Terutama adanya penerapan zonasi PPDB, yang dinilai sangat menyulitkan orang tua siswa. Karena di Samarinda Seberang hanya ada 3 SMA Negeri saja,” keluh Ketua RT 1 Kampung Tenun, Ilyas.

Menanggapi keluhan warga terkait infrastruktur jalan, Jawad Sirajuddin berjanji, akan melakukan koordinasi melalui OPD terkait untuk duduk bersama berdiskusi dengan pihak Pemkot Samarinda.

Sedangkan terkait keluhan zonasi PPDB dan gedung sekolah tingkat SLTA Negeri, dirinya yang juga duduk di Komisi IV DPRD Kaltim akan menyampaikan kelurahan warga kepada Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Kaltim, yang membawahi sekolah tingkat SLTA sederajat.

“Apa yang dikeluhkan oleh warga ini, akan segera ditindaklanjuti. Khusus untuk PPDB dan sistem zonasi, akan disampaikan usulan dan masukkan, agar ada penambahan sekolah di Samarinda Seberang supaya tidak menyulitkan orangtua,” imbuhnya. (Advetorial)

Penulis : Ningsih

Komentar

- Advertisement -spot_img

LIHAT JUGA

- Advertisement -spot_img

TERBARU

spot_img
Komentar