src="https://news.google.com/swg/js/v1/swg-basic.js">
HEADLINEKALTIM.CO, SAMARINDA – Penyusunan program pembangunan tahun depan dipastikan akan lebih selektif dengan menitikberatkan pada kegiatan yang realistis dan berdampak langsung bagi masyarakat. Dilansir dari laman resmi Sekretariat Daerah Kota Samarinda, Pemerintah Kota Samarinda menggelar rapat pembahasan Proyek Strategis Daerah (PSD) 2026 di Ruang Rapat Sekda Balaikota Lantai II, Kamis (30/4/2026).
Rapat tersebut dipimpin Sekretaris Daerah Kota Samarinda, Neneng Chamelia Shanti, dan dihadiri sejumlah kepala perangkat daerah, di antaranya Kepala Dinas Kesehatan Ismed Kusasih, Kepala Dinas Perhubungan Hotmarulitua Manalu, Plt Kepala Dinas PUPR Hendra Kusuma, Plt Kepala Disperkim Muhammad Cecep Herly, serta Kabag Administrasi Pembangunan Suryo Priyo Raharjo.
Dalam arahannya, Neneng menekankan pentingnya penyusunan program yang tidak hanya ambisius, tetapi juga realistis dan dapat dijalankan. Menurutnya, keterbatasan anggaran saat ini menuntut pemerintah untuk lebih cermat dalam menentukan prioritas pembangunan.
“Semua sektor tetap harus berjalan, tetapi kita juga harus menyesuaikan dengan kemampuan anggaran yang ada. Jadi, program yang dipilih harus benar-benar prioritas dan berdampak,” ujarnya.
Salah satu isu yang menjadi sorotan dalam rapat tersebut adalah kenaikan harga material yang cukup signifikan. Kondisi ini berdampak pada sejumlah rencana kegiatan, sehingga perlu dilakukan penyesuaian, baik dari sisi volume pekerjaan maupun target yang ingin dicapai.
Sebagai contoh, pada program penerangan jalan umum (PJU), kenaikan harga material menyebabkan jumlah titik yang dapat dikerjakan menjadi berkurang. Meski demikian, perangkat daerah diminta tetap menjaga kualitas hasil pekerjaan.
Selain itu, Sekda juga mengingatkan pentingnya perencanaan yang jelas, terutama untuk kegiatan yang dilaksanakan secara bertahap. Setiap tahapan harus dituangkan secara rinci dalam dokumen agar tidak menimbulkan kesalahpahaman di kemudian hari.
Dalam pembahasan usulan program, ditegaskan bahwa kegiatan yang diajukan merupakan program yang sudah siap dijalankan oleh masing-masing perangkat daerah. Prioritas diberikan pada kegiatan dengan progres tinggi serta memberikan manfaat langsung bagi masyarakat, seperti pembangunan sekolah, infrastruktur jalan, dan fasilitas publik lainnya.
Untuk memastikan perencanaan anggaran berjalan tepat dan sesuai aturan, Pemkot Samarinda turut melibatkan Inspektorat dalam proses reviu. Langkah ini bertujuan mengkaji kesesuaian harga dan kelayakan kegiatan, sekaligus meminimalkan potensi permasalahan di masa mendatang.
Aspek administrasi dan pengawasan juga menjadi perhatian utama. Pemerintah kota ingin memastikan setiap program berjalan transparan, terdokumentasi dengan baik, dan dapat dipertanggungjawabkan.
Melalui rapat ini, Pemkot Samarinda berharap seluruh perangkat daerah semakin solid dalam menyusun dan menjalankan program pembangunan, dengan tetap mengedepankan prinsip kehati-hatian, efisiensi, serta integritas.