src="https://news.google.com/swg/js/v1/swg-basic.js">
Peluncuran program Cyber Resilient Community Polda Kaltim di Kukar.(Sumber : Andri/Headlinekaltim)
HEADLINEKALTIM.CO, TENGGARONG– Maraknya kejahatan digital membuat Polda Kaltim meluncurkan program Cyber Resilient Community (CRC), Senin 3 Agustus 2026, di Pendopo Bupati Kukar. Peluncuran program CRC diikuti jajaran Polres se- Kaltim secara Daring.
”Kasus kejahatan daring khusus finansial sebetulnya kasus lama. Namun, semakin berkembang dengan modus baru,” jelas Direktur Binmas Polda Kaltim, Kombes Pol. Amran, Senin 3 Agustus 2026.
Berdasarkan data nasional, kasus kejahatan digital menelan kerugian mencapai Rp 9,1 triliun, sedangkan judi online (Judol) angkanya bisa tembus ratusan triliun. Khusus non-judol, terbanyak adalah modus mengklik APK dan berbagi OTP, serta investasi bodong sehingga uang di rekening korban habis terkuras.
”Kalau hilang cinta masih bisa senyum besoknya, kalau hilang saldo rekening dalam jumlah banyak, tidak bisa senyum sampai berbulan-bulan,” bebernya.
Pembekalan bahaya kejahatan digital tidak hanya dari Polda. Ada juga narasumber dari Otoritas Jasa Keuangan(OJK). Sasaran pembekalan adalah Babinsa, Lurah dan Kades. ”Nanti akan dilakukan sosialisasi kejahatan digital ke masyarakat secara masif,” terangnya.
Sekretaris Daerah Kukar Sunggono menyebut, teknologi semakin berkembang pesat. Selain berdampak positif bagi bisnis dengan menggunakan teknologi, ada sisi negatif berupa kejahatan digital. Isu keamanan siber, lanjut dia, bukan hanya tugas kepolisian, tapi tanggung jawab semua pihak agar masyarakat terlindungi. Pemerintah akan memperkuat edukasi digital di seluruh desa dan kelurahan dengan bersinergi dengan banyak pihak.
Sunggono mengaku kerap jadi korban. Namanya sering dicatut oleh pihak yang tidak bertanggungjawab seperti meminta bantuan uang. ”Isu kejahatan digital terus difokuskan untuk disosialisasi ke masyarakat. Jangan mudah berikan data pribadi,” pungkasnya.(Andri)