src="https://news.google.com/swg/js/v1/swg-basic.js">
Bupati Berau, Sri Juniarsih Mas mengikuti forum Rapat Koordinasi Pengelolaan Keuangan Daerah Pemerintah Provinsi dan Kabupaten/Kota se-Kalimantan Timur. (Foto: Ist)HEADLINEKALTIM.CO, TANJUNG REDEB – Bupati Berau Sri Juniarsih Mas menghadiri forum Rapat Koordinasi Pengelolaan Keuangan Daerah Pemerintah Provinsi dan Kabupaten/Kota se-Kalimantan Timur di Ruang Ruhui Rahayu Kantor Gubernur Kaltim di Samarinda pada Senin, 3 Agustus 2026.
Kegiatan bertema Optimalisasi Pendapatan Daerah itu dipimpin Gubernur Kalimantan Timur Rudy Mas’ud didampingi Wakil Gubernur Seno Aji serta Sekretaris Provinsi Sri Wahyuni.
Gubernur Kaltim, Rudy Mas’ud menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah provinsi dan kabupaten/kota dalam menghadapi tantangan keuangan daerah. Ia menilai APBD harus menjadi instrumen pembangunan yang mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui tata kelola yang semakin efektif, inovatif, dan terintegrasi.
Selain memperkuat koordinasi, pemerintah daerah juga didorong mempercepat transformasi digital dalam pengelolaan pendapatan, meningkatkan kualitas pelayanan publik, serta mengoptimalkan penerimaan dari pajak dan retribusi daerah melalui integrasi data dan harmonisasi kebijakan.
Sri Juniarsih menyampaikan bahwa Kabupaten Berau hingga pertengahan 2026 masih menunggu realisasi dana kurang salur transfer keuangan daerah dari pemerintah pusat. Kondisi serupa juga dialami sejumlah kabupaten dan kota di Kalimantan Timur. “Sehingga diperlukan dukungan Pemerintah Provinsi untuk memperjuangkan penyelesaiannya kepada pemerintah pusat,” ucapnya.
Meski menghadapi keterbatasan fiskal, Sri Juniarsih memastikan Pemerintah Kabupaten Berau tetap menjalankan pembangunan dengan berfokus pada program-program prioritas yang berdampak langsung bagi masyarakat. “Pemerintah daerah juga berkomitmen mempertahankan tunjangan perbaikan penghasilan bagi ASN, baik PNS maupun PPPK, sehingga tidak ada kebijakan pemangkasan terhadap hak pegawai,” tuturnya.
Pemkab Berau terus memperkuat strategi peningkatan pendapatan daerah melalui pengembangan sektor nonpertambangan. Pariwisata menjadi salah satu sektor unggulan yang dipersiapkan sebagai motor pertumbuhan ekonomi baru sekaligus upaya memperkuat struktur ekonomi daerah dalam jangka panjang. “Sektor pariwisata adalah salah satu transisi yang sedang kami persiapkan,” bebernya.
Sri Juniarsih berharap Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur dapat terus memberikan dukungan terhadap pengembangan destinasi wisata, peningkatan konektivitas, hingga promosi bersama sehingga potensi pariwisata Berau mampu memberikan kontribusi yang lebih besar, tidak hanya bagi daerah tetapi juga bagi Kalimantan Timur secara keseluruhan. (Adv65/Riska)