src="https://news.google.com/swg/js/v1/swg-basic.js">
Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr Abdul Rivai. Foto: (Riska/headlinekaltim.co)HEADLINEKALTIM.CO, TANJUNG REDEB – Pelayanan kesehatan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr Abdul Rivai sering dikeluhkan oleh masyarakat Kabupaten Berau. Untuk itu, Bupati Berau Sri Juniarsih Mas siap menerima aduan maupun keluhan dari masyarakat.
Menurutnya, ketika berbicara tentang pelayanan berarti harus memaksimalkan fasilitas, Sumber Daya Manusia (SDM), dan yang paling penting harus berkomunikasi dengan ramah saat melayani para pasien.
“Jika ada keluhan terkait dengan pelayanan kesehatan, silahkan masyarakat dapat mengubungi nomor 082254582446,” bebernya.
Disampaikannya, kontak tersebut hanya bisa menerima pesan WhatsApp saja dan aktif selama 24 jam. Menurutnya, keluhan masyarakat terkait dengan pelayanan harus dapat diperbaiki sehingga peningkatan kualitas pelayanan dapat lebih dimaksimalkan.
“Kita menyadari kesehatan masyarakat merupakan salah satu indikator penting dalam upaya kemajuan daerah. Sehingga, RSUD dr Abdul Rivai juga harus mampu meningkatkan SDM-nya. Ini yang menjadi titik tekan saya,” ucapnya.
Sementara itu, Direktur RSUD dr Abdul Rivai, dr Jusram, mengatakan atas nama karyawan dan seluruh staf rumah sakit RSUD dr Abdul Rivai minta maaf jika seandainya selama pelayanan ada yang kurang nyaman atau tidak berkenan dihati.
“Tapi itu tidak terlepas sebenarnya usaha kami dalam melayani masyarakat. Kami selalu berusaha memberikan yang terbaik,” ucapnya.
Dikatakannya, untuk tingkat profesionalitas SDM, pihaknya sudah melakukan pelatihan. Selain ilmu yang dimiliki, tenaga kesehatan harus memiliki etika, adat, sikap, dan ramah tamah karena itu yang paling utama dalam pelayanan terhadap masyarakat.
“Memang dari pantauan kami masih ada beberapa pegawai yang mungkin terkadang dalam melakukan pelayanan tidak dibarengi dengan sikap yang ramah, tetapi itu sudah kami antisipasi dengan melayangkan nomor telepon sebagai tempat pelaporan oknum yang kira-kira melayani pasien dengan tidak ramah,” ucapnya.
Dr Jusram menyampaikan, sudah mengeluarkan imbauan dari bulan lalu ke seluruh ruangan nakes bahwa segala bentuk sikap tidak ramah ini akan diberikan sanksi, mulai dari peringatan lisan, tertulis, sampai dengan pemberhentian.
Terkait dengan fasilitas yang ada di rumah sakit untuk saat ini memang sudah ‘over capacity’, itu terbukti dari capaian pengguanaan bed di tahun 2023 bulan Desember, capaian bed occupancy rate (BOR) mencapai angka 102 persen.
“Itu artinya kita sudah melebihi kapasitas, sehingga kami berharap percepatan pembangunan rumah sakit itu bisa memenuhi kebutuhan masyarakat di Kabupaten Berau,” ungkapnya.
Menurutnya, pembangunan gedung rumah sakit tidak sama dengan pembangunan fasilitas lain, jadi rumah sakit adalah bangunan khusus, perencanaannya itu jauh lebih detail.
“Kami sejak dalam melakukan pengembangan rumah sakit yang di gedung sebelah butuh waktu hampir satu tahun untuk perencanaan,” bebernya.
Pembangunan untuk RSUD Abdul Rivai itu memang saat ini murni menggunakan dana BLUD untuk pengembangan, jadi pengembangan ini betul-betul hanya menggunakan dana BLUD. Sementara nanti harapannya, dana APBD dikucurkan untuk pembangunan rumah sakit baru.
“Kemudian tentang sarana dan prasarana, mudah-mudahan di tahun ini rumah sakit pengembangan segera selesai pembangunan gedungnya, sehingga otomatis kebutuhan kami sedikitnya terpenuhi, misalnya kebutuhan tempat tidur di ruang (intensive care unit) ICU yang tadinya 4 bisa dikembangan menjadi 20 tempat tidur,” pungkasnya. (Riska)