25.1 C
Samarinda
Saturday, July 2, 2022

Tangkap Peluang Pemindahan IKN, Tingkatkan Kualitas SDM

HEADLINEKALTIM.CO, TANJUNG REDEB – Wacana pemindahan Ibu Kota Negara (IKN) ke Kalimantan Timur, menjadi potensi dan peluang besar bagi pengembangan ekonomi Kaltim. Terkecuali Kabupaten Berau.

Terutama, dalam mendukung penguatan rantai pasok industri pariwisata hingga ekonomi kreatif.

Kendati demikian, dibutuhkan komitmen yang kuat dalam mewujudkan tujuan mendongkrak pendapatan asli daerah (PAD).

Mencapainya, harus seiring dengan peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM)-nya. Hal itu disampaikan Anggota Komisi II DPRD Berau, Rahmatullah.

Menurut politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) itu, sebagai pengaruh di utara IKN, diawali melalui pemenuhan kualitas SDM di daerah. Mulai dari gelombang digital, wawasan dan mobilisasi.

Sehingga, sektor pendidikan dan kesehatan harus bisa menjadi program prioritas Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Berau.

“Kedua poin tersebut harus sama-sama difasilitasi. Karena menjadi dasar memenuhi capaian SDM, sebagai citra daerah,” ucapnya, Kamis (3/3).

Tidak menutup kemungkinan akan terjadi mobilisasi skala besar dari daerah lain ke Kabupaten Berau. Persaingan akademis kian ketat. Sebagai putra daerah harusnya sudah memiliki citra wawasan tinggi apabila hal itu terjadi.

“Karena SDM sebagai pemenuhan dasar. Apabila sudah terpenuhi, maka sektor lain bisa dimaksimalkan,” imbuhnya.

Pemenuhan sektor pendidikan harus dimulai dari Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD). Diharapkannya, pemerintah harus bisa menanggapi semua usulan prioritas mengenai pendidikan. Seperti pemenuhan fasilitas, kesejahteraan guru, dan pendidikan moral berbasis kebangsaan.

“Di mana pengetahuan budaya, wawasan, dan pemikiran para generasi akan terbuka dan terpacu,” terangnya.

Selain itu, sektor kesehatan juga menjadi poin penting. Seperti penanggulangan stunting. Dia menyebutkan, angkanya masih di atas 50 persen. Guna menangani hal itu, ketahanan pangan disebut menjadi solusi.

“Karena penanganannya terkait pemenuhan gizi. Maka, dimulai dari standarisasi pangan. Jangan sampai terlarut permasalahan COVID-19 saja, tetapi tidak memperhatikan kesehatan lain,” tegasnya.

Segala sektor juga akan berimbas pada pembangunan dan kemajuan daerah. Termasuk dalam memaksimalkan pariwisata dan pertanian, sebagai potensi untuk mendongkrak pendapatan daerah.

“Saya harap prioritas di setiap kecamatan pada pembangunan dua poin tersebut,” pungkasnya. Adv

Komentar
- Advertisement -

LIHAT JUGA

- Advertisement -

TERBARU