src="https://news.google.com/swg/js/v1/swg-basic.js">
Penderita DBD di Kota Balikpapan didominasi anak-anak. (ist) HEADLINEKALTIM.CO, BALIKPAPAN–Dinas Kesehatan Kota Balikpapan mencatat kasus demam berdarah dengue atau DBD mencapai 1.400 kasus. Angka ini sama yang terjadi di tahun – tahun sebelumnya dan belum ada lonjakan.
Kepala Dinas Kesehatan Kota Balikpapan Andi Sri Juliarty mengatakan, jumlah penderita DBD di Kota Balikpapan tidak menunjukan peningkatan yang signifikan. Namun, penderitanya terbanyak anak-anak.
“Tidak menunjukkan peningkatan yang signifikan, yang terbanyak anak-anak,” ujarnya.
Dikatakannya, jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya pada periode yang sama, jumlahnya tidak jauh berbeda, atau di sekitar angka 1.000-an kasus.
Hanya saja terjadi pergeseran wilayah.
“Tahun ini ada pergeseran di untuk kecamatan Balikpapan, di mana Kecamatan Utara yang mendominasi, sebelum-sebelumnya di terbanyak di Kecamatan Balikpapan Selatan, dalam dua tahun ini ada pergeseran ke utara,” terangnya.
Tingginya kasus DBD di Balikpapan Utara juga lebih disebabkan banyaknya genangan air akibat hujan sehingga banyak menimbulkan sarang nyamuk.
“Untuk itu kami sudah mengingatkan tenaga medis untuk mewaspadai anak-anak yang menderita demam, untuk segera mendapat penanganan medis,” paparnya.
Pihaknya juga telah menyiapkan reagen NS1 di seluruh Puskesmas di Kota Balikpapan sebagai alat deteksi dini DBD bagi penderita DBD sehingga bisa dengan cepat ditangani.(iwan)