src="https://news.google.com/swg/js/v1/swg-basic.js"> Waspada Pasang Laut di Kaltim: BMKG Prediksi Ketinggian Capai 2,9 Meter Akhir April Ini

Waspada Pasang Laut di Kaltim: BMKG Prediksi Ketinggian Capai 2,9 Meter Akhir April Ini

3 minutes reading
Monday, 21 Apr 2025 15:19 411 gleadis

HEADLINEKALTIM.CO, BALIKPAPAN – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Kelas I Sultan Aji Muhammad Sulaiman Sepinggan Balikpapan mengeluarkan peringatan dini terkait potensi pasang laut setinggi 2,9 meter di kawasan pesisir Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) pada periode 21 hingga 30 April 2025. Warga yang tinggal di pesisir diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap kemungkinan banjir rob, gangguan aktivitas ekonomi, hingga risiko keselamatan terutama bagi anak-anak.

Menurut Koordinator Bidang Data dan Informasi BMKG Balikpapan, Diyan Novrida, puncak pasang laut diprediksi terjadi pada 29 dan 30 April sekitar pukul 07.00 hingga 08.00 Wita, dengan ketinggian mencapai 2,9 meter. Sementara itu, surut terendah diperkirakan terjadi pada 28 April sekitar pukul 24.00 Wita dengan ketinggian air hanya 0,1 meter.

Kondisi pasang maksimum ini sangat berisiko menimbulkan banjir rob di sejumlah wilayah pesisir yang tersebar di Kalimantan Timur, seperti Samboja (Kutai Kartanegara), Balikpapan, Penajam Paser Utara, hingga Kabupaten Paser. Banjir rob dikhawatirkan menggenangi pemukiman padat yang berada dekat bibir pantai serta mengganggu kegiatan ekonomi warga.

“Dampak yang ditimbulkan dari pasang laut antara lain banjir rob, aktivitas ekonomi warga terganggu, bahkan bisa membahayakan anak-anak yang bermain di pantai, sehingga orang tua diimbau waspada,” ungkap Diyan saat memberikan keterangan pada Minggu (20/4).

Selain itu, kawasan pesisir Kaltim juga dikenal memiliki banyak tambak aktif milik masyarakat yang digunakan untuk budidaya udang, ikan, dan kepiting. Ketika terjadi pasang tinggi, tambak-tambak ini rentan tersapu arus laut, yang tidak hanya mengancam hasil budidaya, tetapi juga merusak infrastruktur tambak.

Tak hanya pemukiman dan tambak, aktivitas bongkar muat di pelabuhan laut juga diprediksi terganggu. Pasang tinggi dapat menyebabkan kapal kesulitan bersandar atau melakukan distribusi barang karena arus yang kuat dan perubahan ketinggian permukaan laut yang ekstrem. Aktivitas sosial warga, seperti pasar pesisir atau dermaga kecil, juga berisiko lumpuh sementara akibat genangan air.

BMKG juga mencatat bahwa kombinasi antara pasang laut dan curah hujan sedang hingga tinggi dapat memperparah dampak banjir rob. Air hujan yang seharusnya mengalir ke laut bisa tertahan karena tingginya permukaan laut, menyebabkan genangan air naik ke pemukiman warga.

Selain kawasan laut terbuka, wilayah di sekitar muara sungai juga masuk dalam daftar kewaspadaan. Di Pulau Nubi dan wilayah sekitar muara Sungai Mahakam, pasang tertinggi diperkirakan mencapai 2,9 meter pada 29 dan 30 April pukul 07.00 Wita. Adapun surut terendah mencapai 0,2 meter pada 28 dan 29 April sekitar pukul 01.00 Wita.

Sementara itu, di Muara Sungai Berau, potensi pasang tinggi juga berlangsung selama tiga hari berturut-turut, yakni pada 28 hingga 30 April dengan ketinggian hingga 2,9 meter antara pukul 08.00 hingga 09.00 Wita. Surut terendah akan terjadi pada 27 hingga 29 April sekitar pukul 14.00 hingga 15.00 Wita.

“Begitu pula di Muara Sungai Berau, pasang laut diperkirakan terjadi tiga hari pada 28 hingga 30 April dengan ketinggian 2,9 meter pada pukul 08.00 dan 09.00 Wita, sementara surut terendah 0,1 meter pada 27 hingga 29 April pada pukul 14.00 dan 15.00 Wita,” jelas Diyan.

BMKG mengimbau kepada seluruh warga pesisir Kalimantan Timur untuk segera mengambil langkah antisipasi sebelum dampak pasang laut meluas. Beberapa tindakan yang disarankan antara lain:

  • Menghindari aktivitas bermain anak-anak di pantai saat pasang laut tinggi.
  • Mengamankan tambak dan alat budidaya perikanan.
  • Menunda aktivitas bongkar muat jika ketinggian air membahayakan kapal dan dermaga.
  • Membersihkan saluran air dan drainase untuk mencegah genangan saat hujan.
  • Memantau informasi cuaca dari BMKG secara berkala melalui media sosial dan aplikasi resmi.

Bagi nelayan dan pelaku usaha perikanan, BMKG juga menyarankan agar kegiatan melaut disesuaikan dengan kondisi pasang surut. Dalam situasi ekstrem, lebih baik menunda pelayaran untuk menghindari potensi bahaya di laut.

Artikel Asli baca di antaranews.com

 

Berita Terkini di Ujung Jari Anda! Ikuti Saluran WhatsApp Headline Kaltim untuk selalu up-to-date dengan berita terbaru dan Temukan berita populer lainnya di Google News Headline Kaltim

banner pemkab berau baru
LAINNYA
x