src="https://news.google.com/swg/js/v1/swg-basic.js">
Kepala BPS Berau, Yudi Wahyudin. (Foto: Riska/headlinekaltim.co)HEADLINEKALTIM.CO, TANJUNG REDEB – Pekerja informal di Kabupaten Berau mengalami peningkatan yang signifikan pada 2025. Kenaikan tersebut diperkirakan akan berpengaruh pada pertumbuhan perekonomian daerah.
Kepala BPS Berau, Yudi Wahyudin memaparkan, jumlah pekerja informal di Berau pada tahun 2023 tercatat sebanyak 58.184 orang, kemudian menurun menjadi 48.182 orang pada tahun 2024. Namun, pada tahun 2025, angka ini meningkat signifikan menjadi 62.119 orang. “Kalau dari sisi jumlah dan persentase, pekerja informal di Berau meningkat,” jelasnya.
Sektor informal mencakup usaha berskala kecil atau usaha perorangan. Menurutnya, peningkatan tersebut diakibatkan adanya kemudahan izin membuka usaha rumahan, bahkan dari dinas terkait juga memberikan bimbingan-bimbingan terkait UMKM dan sebagainya. Selain itu, ada faktor Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) menyebabkan pekerja formal beralih ke sektor informal.
“Hal ini menjadi pendorong masyarakat untuk membuka usaha sendiri, apalagi ada kemudahan pinjaman KUR dari perbankan,” ucapnya.
Sektor formal merupakan bidang usaha yang memiliki izin resmi dari pemerintah dan memerlukan modal yang besar. Yudi menyampaikan, jumlah pekerja formal masih tinggi di Berau sekitar 76.491 orang. Secara proporsi untuk informal 44,82 persen dan formal 55,18 persen di tahun 2025.
“Masih tetap banyak pekerja formal seperti di pertambangan, hotel, restoran dan lainnya,” bebernya.
Selama ini, pendorong utama ekonomi di Kabupaten Berau adalah sektor pertambangan, sekitar 50 persen. Menurutnya, dengan bertumbuhnya pekerja informal ini artinya akan berpengaruh pada peningkatan perekonomian daerah. “Arahnya kan kita mau beralih dari pertambangan ke sektor lain. Jadi, saya rasa meningkatnya sektor informal ini sangat bagus dan sejalan dengan proses transformasi tersebut,” ucapnya.
Namun, dia mengingatkan bahwa fakta ini harus disikapi dengan tepat. Pemerintah Daerah harus menggenjot program pembedayaan ekonomi agar supaya sektor informal ini meningkat dan berjalan seiring dengan sektor formal. “Jadi, ekonominya menjadi lebih baik dan proses transformasi dari pertambangan bisa berjalan dengan baik,” pungkasnya. (Riska)