23.9 C
Samarinda
Sunday, May 16, 2021

Antisipasi Penyebaran COVID-19 Varian Baru, Pelanggar Prokes Bakal Ditindak

HEADLINEKALTIM.CO, TANJUNG REDEB – Bupati Berau Sri Juniarsih mengatakan perlu upaya strategis dalam pencegahan penularan COVID-19 di Bumi Batiwakkal.

Pemkab terus berupaya menekan angka penyebaran virus corona dan mencegah adanya kasus dari COVID-19 varian baru.

Hal itu ia sampaikan usai menghadiri rapat koordinasi penegakan disiplin protokol kesehatan dan penanganan COVID-19 di daerah yang digelar secara virtual oleh Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Berau, di Ruang Vidcon Kominfo Berau, Senin 3 Mei 2021.

“Kami dari Forkopimda akan menindaklanjuti arahan tersebut,” ujarnya.

Berkaitan dengan Ramadan dan menjelang Idulfitri, ia berharap tidak terjadi pelanggaran protokol kesehatan. “Perlu ada kerja sama yang baik antara Pemda dan Forkopimda untuk mengawasi tempat-tempat yang strategis,” bebernya.

Orang nomor satu di Kabupaten Berau ini menuturkan, ada banyak tempat keramaian yang sangat potensial untuk penularan COVID-19. Terutama, potensi dari kerumunan saat berburu baju lebaran hingga takjil.

Baca Juga  Hai, Cabup-Cawabup! Mau Garap Pemilih Milenial di Berau, Segini loh Jumlahnya

“Hal itu sangat berpotensi melanggar protokol kesehatan. Seperti berkerumunan atau tidak menjaga jarak, masker juga kerap kali lupa dipakai ketika beraktivitas di luar rumah. Hal ini yang dikhawatirkan,” kata dia.

Mengantisipasi hal tersebut, ia bersama Forkopimda akan melakukan koordinasi lagi dalam waktu dekat. Jika perlu, ujarnya, bagi para pelanggar protokol kesehatan akan ditindak langsung.

Baca Juga  Keempat Kalinya, Berkas Kasus Pungli Camat Dikembalikan Jaksa

“Jangan sampai ada COVID-19 varian baru, mudah-mudahan jangan sampai ada di Berau,” ungkapnya.

Kepala Dinas Kesehatan Berau Iswahyudi, mengatakan, para pelaku perjalanan di masa transisi mudik ini harus menjalani karantina mandiri untuk mencegah penyebaran COVID-19.

“Kita sudah siapkan tempat khusus isolasi mandiri. Makanya, setelah pulang dari daerah luar, dikarantina dulu. Jika sehat, maka akan diperbolehkan pulang,” tuturnya.

Penulis: Sofi
Editor: MH Amal

Komentar

- Advertisement -spot_img

LIHAT JUGA

- Advertisement -spot_img

TERBARU

spot_img
Komentar