24.4 C
Samarinda
Saturday, May 15, 2021

Ops Ketupat Mahakam 2021 Dimulai, Fokus Larangan Mudik

HEADLINEKALTIM.CO, TANJUNG REDEB – Operasi Ketupat Mahakam Tahun 2021 digelar selama 12 hari, terhitung mulai tanggal 5-17 Mei 2021 mendatang. Kapolres Berau AKBP Edy Setyanto Erning Wibowo mengatakan Operasi Ketupat Mahakam 2021 difokuskan untuk mencegah penularan COVID-19 dengan mengantisipasi warga yang masih berniat melaksanakan mudik di tengah larangan pemerintah.

“Tujuan yang ingin dicapai adalah masyarakat dapat merayakan Idulfitri dengan aman dan nyaman terhindar dari bahaya COVID-19,” kata Edy usai Apel Gelar Pasukan Operasi Ketupat Mahakam 2021 di Mapolres Berau, Rabu 5 Mei 2021.

Personel gabungan yang terlibat dalam Operasi Ketupat 2021 meliputi unsur Polri dan TNI. Kemudian instansi terkait seperti Dinas Perhubungan (Dishub) hingga Jasa Raharja.

Orang nomor satu di Polres Berau ini menuturkan, saat ini telah dilakukan finishing persiapan pos yang akan mulai diaktifkan pada Kamis 6 Mei 2021 pukul 00.00 WITA.

“Kita sudah isi berapa titik yang sudah disipkan  untuk pos pengamanan yang nantinya bertugas  mengantisipasi penyekatan. Kita siapkan di Gunung Tabur itu penyekatan, tugasnya memeriksa terhadap masyarakat yang lalu lalang. Itu jelas, apabila mudik atau tak ada giat urgensi maka disuruh putar balik,” katanya.

Sementara, di bandara dan dermaga serta lokasi wisata Pulau Derawan juga di Kecamatan Talisayan, nantinya ada waktu tertentu yang menyesuaikan jadwal pesawat dan kapal. Sedangkan untuk tugas dan fungsi posko juga sama.

“Yang di kota mengantisipasi Kamtibmas, antisipasi kerumunan di tempat perbelanjaan. Kalau ditemui ada kerumunan maka akan diurai dan diimbau kepada pemilik tokonya. Tapi jika tidak mengikuti, maka kita minta ditutup,” pungkasnya.

Baca Juga  Dikejar Petugas, Mobil Tancap Gas, Lihat Muatannya...

Bupati Berau Sri Juniarsih yang memimpin apel pasukan mengatakan, pada Hari Raya Idulfitri 1442 H,ada peningkatan aktivitas masyarakat. Baik dalam bentuk kegiatan ibadah dan kegiatan masyarakat di sentra-sentra ekonomi, destinasi pariwisata, serta kegiatan lain.

Hal ini tentu saja sangat berpotensi menimbulkan gangguan kamtibmas, dan pelanggaran protokol kesehatan COVID-19.

Baca Juga  Asisten III Setda Berau Meninggal Dunia karena COVID-19

“Untuk mengantisipasi pelaku perjalanan dalam negeri, segera maksimalkan kegiatan posko di terminal, bandar udara, pelabuhan, dan stasiun. Posko ini bukan hanya sekedar menjadi posko pengamanan dan pelayanan, namun juga berfungsi untuk mengendalikan penyebaran COVID-19 melalui pengawasan protokol kesehatan,” tuturnya.

“Jelang hari raya Idulftri 1442 H, tren kasus COVID-19 di indonesia mengalami kenaikan sebesar 2,03%. Hal ini disebabkan karena adanya peningkatan aktifitas masyarakat,” lanjutnya.

Dikatakannya, kasus COVID-19 harus diwaspadai. Berkaca pada kasus di India, terjadi penambahan kasus baru hingga mencapai 400.000 kasus dan angka kematian mencapai 3.500 kasus dalam satu hari. Hal ini disebabkan kelengahan masyarakat terhadap protokol kesehatan.

Guna mengatasi kasus Covid-19 yang berasal dari luar negeri tersebut, Polri bersama-sama dengan Satgas yang berada di bandara dan pelabuhan melakukan pengawasan ketat.

“Saya perintahkan kepada petugas di lapangan untuk mengawasi pelaku perjalanan internasional secara ketat. Pastikan pelaksanaan karantina di tempat yang telah ditunjuk sesuai dengan manifest pelaku perjalanan internasional yang masuk ke Indonesia,” tutupnya.

Penulis: Sofi
Editor: MH Amal

Komentar

- Advertisement -spot_img

LIHAT JUGA

- Advertisement -spot_img

TERBARU

spot_img
Komentar