Beranda Balikpapan Keluar dari Perusahaan Migas, Pria Ini Tekuni Kerajinan Lampu Hias dari Bahan...

Keluar dari Perusahaan Migas, Pria Ini Tekuni Kerajinan Lampu Hias dari Bahan Bekas

Keluar dari Perusahaan Migas, Pria Ini Tekuni Kerajinan Lampu Hias dari Bahan Bekas
Lampu hias kreasi Priyo yang diolah dari olahan bahan bekas. (FOTO: Iwan/headlinekaltim.co)
Advertisement

HEADLINEKALTIM.CO, BALIKPAPAN – Priyo Sigit Utomo, warga Kota Balikpapan, Kalimantan Timur memutuskan berhenti dari perusahaan migas tempatnya bekerja, sejak tiga tahun lalu. Dia memilih menekuni usaha kerajinan lampu hias yang terbuat dari bahan bekas.

Lokasi workshop Priyo dalam berkreasi di pekarangan rumahnya. Di bawah pohon yang cukup rindang. Tak sulit baginya mengumpulkan bahan baku kerajinannya. Botol bekas didapat dari penjual barang loakan.

Botol dipotong menggunakan pemotong kaca sederhana, sesuai dengan desain yang telah dikonsep sebelumnya. Kemudian, potongan kaca tadi dirapikan agar tidak membahayakan.

Advertisement
Priyo membangun workshop kerajinan di pekarangan rumahnya.

Setelah itu, botol tadi dilekatkan ke kayu sebagai penyangga botol. Selanjutnya, pria berusia 41 tahun ini tinggal memasang instalasi lampu, dan kain untuk mempercantik penampilan dan memikat hati pembeli.

“Hasil yang didapatkan dari usaha ini, Alhamdulillah cukup untuk memenuhi kebutuhan hidup keluarga. Selain bisa lebih banyak menghabiskan waktu bersama keluarga, juga bisa menghasilkan uang,” ujarnya.

Lampu hias miliknya dijual dari harga Rp 90.000 hingga Rp 250.000, tergantung dari tingkat kesulitan dalam pembuatannya. Bahkan, Priyo juga melayani pesanan pembeli yang membawa desain sendiri.

Dalam satu hari, Priyo bisa membuat tiga lampu hias.  “Ini sebagai bentuk meningkatkan kualitas pelayanan terhadap pembeli. Kita harus bisa menyesuaikan dengan permintaan dan kebutuhan pasar,” tambahnya.

Lampu hias miliknya, selain dipasarkan melalui media sosial, juga ditawarkan ke kafe-kafe hingga perkantoran. Selain menggunakan bahan botol bekas dan kayu, Priyo juga kerap memanfaatkan onderdil kendaraan bekas untuk dibuat tiang lampu.

Penulis: Iwan

 

Komentar
Advertisement