Beranda Kutai Timur Jauhar Efendi Sambut Hangat Pengurus PWI Kutim

Jauhar Efendi Sambut Hangat Pengurus PWI Kutim

Jajaran PWI Kutim bersilaturahmi dengan Pjs Bupati Jauhar Efendi. (foto: istimewa)
Advertisement

HEADLINEKALTIM.CO, SANGATTA – Sejumlah pengurus Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Kutai Timur periode 2020-2023, bersilaturahmi dengan Pjs Bupati Moh. Jauhar Efendi pada Selasa 13 Oktober 2020 siang di ruang kerjanya.

Kedatangan wartawan dari berbagai media di Kutim tersebut disambut dengan hangat oleh lelaki yang pernah menjabat sebagai Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika  (Kadiskominfo) Kaltim ini.

“Dari 2009 hingga 2012 saya menjabat di Diskominfo Kaltim sehingga berbicara soal kewartawanan, sudah lama bergelut dengan kawan-kawan wartawan. Bahkan saya salut, yang wartawan junior-junior itu. Sekarang sudah banyak yang jadi orang berhasil, seperti anggota DPR,” ucapnya sembari tersenyum.

Advertisement

Jauhar berpesan kepada wartawan yang tergabung dalam PWI Kutim untuk selalu mengedepankan kaidah-kaidah jurnalisme. Mulai dari menulis berita yang cover both side hingga melakukan konfirmasi pada setiap narasmuber agar ketika berita muncul dapat benar-benar dipertanggungjawabkan.

“Saya menyambut baik kedatangan dari wartawan-wartawan yang ada dalam PWI, terlebih organisasi ini merupakan organisasi lama dan memiliki berbagai agenda yang bertujuan baik. Bagaimanapun wartawan adalah mitra kerja. Artinya, adanya wartawan maka membuat informasi-informasi segera tersampaikan pada masyarakat,” terang alumnus Lembaga Pers Dr. Soetomo ini.

Ketua PWI Kutim Ibnu Djuraid dan Sekretaris Wardi mengenalkan beberapa wartawan baik dari media massa maupun media online yang kesehariannya bertugas di Sangatta, termasuk pula personel Headlinekaltim.co.

“Kami terus melakukan edukasi pada wartawan-wartawan muda, agar meningkatkan kemampuan dan teknik jurnalistik. Mengingat saat ini begitu mudahnya orang menjadi wartawan berbekal kartu pers, langsung jalan kemana-mana mengaku wartawan. Padahal wartawan harus memahami kode etik dan UU Pers, bersertifikasi, yang hanya bisa didapatkan dari organisasi profesi yang diakui Dewan Pers,” papar Ibnu Djuraid.

Penulis: RJ Warsa

Komentar
Advertisement