src="https://news.google.com/swg/js/v1/swg-basic.js"> Cegah Penurunan Stunting, Wabup Ajak Semua Stakeholder Berperan Aktif

Cegah Penurunan Stunting, Wabup Ajak Semua Stakeholder Berperan Aktif

2 minutes reading
Monday, 27 Jun 2022 14:53 294 huldi amal

HEADLINEKALTIM.CO,TANJUNG REDEB – Wakil Bupati Berau Gamalis menegaskan komitmen pemerintah daerah dalam penanganan percepatan penurunan stunting.

Program tersebut menjadi prioritas dalam Peraturan Presiden Nomor 72/2021 tentang Percepatan Penurunan Stunting. Bahkan, pihaknya mendorong semua stakeholder untuk berperan aktif dalam upaya penurunan stunting.

“Karena omong kosong kita berbicara Indonesia maju ke depan, kalau angka stunting kita masih tinggi. Anak-anak kita masih ada yang kurang gizi dan sebagainya,” jelasnya beberapa waktu lalu.

Sub Koordinator Bina Ketahanan Keluarga, Dinas Pengendalian Penduduk Keluarga Berencana Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPKBP3A), Aslina menyampaikan, pihaknya memiliki target baik dari kabupaten maupun provinsi.

“Pembentukan Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) menjadi ujung tombak dari percepatan penurunan stunting,” bebernya.

Disampaikannya, stunting ada 8 indikator yakni, analisis situasi, rencana kegiatan, rembuk stunting, peraturan Bupati/Walikota tentang peran desa, pembinaan KPM, sistem manajemen data, pengukuran dan publikasi stunting, serta reviu kinerja tahunan.

Dirinya juga menyebutkan, ada 2 jenis stunting, yakni spesifik dan sensitif. Kalau sensitif itu biasanya dari lingkungan, perumahan, air bersih, serta masalah ekonomi. Hal tersebut menjadi faktor penyebab keluarga yang beresiko stunting.

Kalau yang spesifik, kata dia, yakni ada keluarga yang mau menikah, keluarga yang hamil atau pascahamil. Misalnya apabila ada remaja yang mau menikah di atas 21 tahun, maka remaja tersebut harus memeriksakan kesehatannya. Karena diharapkan pasangan remaja yang mau menikah tersebut harus sehat. Sebelum menjadi ibu, remaja tadi harus memeriksakan kesehatannya.

Berdasarkan arsip data yang diisi oleh pihaknya,  pada tahun 2022 angka stunting di Kabupaten Berau di kisaran 25,7 persen.

“Kalau untuk penangan langsung ke Dinas Kesehatan, kami sifatnya sebagai koordinator kabupaten,” pungkasnya.

Penulis: Riska

banner pemkab berau baru
LAINNYA
x