src="https://news.google.com/swg/js/v1/swg-basic.js"> ISPA Naik Signifikan, Gamalis Ingatkan Bahaya Paparan Asap Karhutla

ISPA Naik Signifikan, Gamalis Ingatkan Bahaya Paparan Asap Karhutla

waktu baca 2 menit
Kamis, 3 Sep 2026 18:08 20 huldi amal

HEADLINEKALTIM.CO, TANJUNG REDEB – Paparan asap yang terjadi dalam beberapa waktu terakhir turut memicu peningkatan kasus infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) di tengah masyarakat. Kondisi tersebut menjadi perhatian Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Berau. Wakil Bupati Berau, Gamalis, turun langsung meninjau pelayanan kesehatan di Puskesmas Tanjung Redeb dan Puskesmas Kampung Bugis, Kamis pada 3 September 2026.

Peninjauan dilakukan untuk melihat secara langsung kondisi pelayanan sekaligus memantau perkembangan penyakit yang berkaitan dengan kualitas udara di tengah situasi karhutla yang masih menjadi perhatian.

Gamalis mengungkapkan, berdasarkan pemantauan di sejumlah fasilitas kesehatan, terjadi peningkatan kasus ISPA yang cukup signifikan. Bahkan, penyakit tersebut kini masuk dalam jajaran kasus penyakit yang paling banyak ditangani.

“ISPA ini mengalami peningkatan yang cukup signifikan. Yang sebelumnya masuk 10 besar, sekarang sudah berada di peringkat kedua setelah hipertensi,” ungkapnya.

Menurutnya, peningkatan kasus ISPA telah terlihat sejak beberapa bulan terakhir dan terus menjadi perhatian hingga memasuki awal September. Kondisi tersebut dinilai tidak terlepas dari kualitas udara yang terdampak asap karhutla.

Gamalis juga menyoroti kondisi udara di dalam fasilitas pelayanan kesehatan. Berdasarkan pengukuran yang dilakukan Dinas Kesehatan, kadar partikulat halus PM2.5 di dalam ruangan disebut masih berada di atas rata-rata.

“Ini tentunya harus menjadi perhatian kita bersama. Jangan sampai kondisi karhutla ini kemudian berdampak lebih luas terhadap kesehatan masyarakat,” tegasnya.

Ia menyebut, kasus ISPA saat ini cukup banyak ditemukan pada kelompok rentan, terutama anak-anak dan ibu hamil. Karena itu, upaya perlindungan terhadap kelompok tersebut perlu menjadi perhatian, termasuk dengan mengurangi paparan langsung terhadap asap.

Gamalis mengimbau masyarakat untuk mengurangi aktivitas di luar rumah apabila kondisi udara masih belum baik. Masyarakat juga diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap munculnya gejala gangguan pernapasan dan segera memanfaatkan fasilitas kesehatan apabila membutuhkan penanganan.

“Kalau memang tidak ada keperluan yang mendesak, sebaiknya kurangi aktivitas di luar rumah. Kita harus sama-sama menjaga kesehatan, terutama anak-anak dan ibu hamil,” ujarnya.

Penanganan dampak karhutla tidak hanya berkaitan dengan pemadaman api, tetapi juga bagaimana pemerintah memastikan masyarakat tetap mendapatkan perlindungan kesehatan selama kualitas udara terdampak asap.

“Pemkab Berau melalui sektor kesehatan pun terus melakukan pemantauan terhadap perkembangan kasus penyakit yang berkaitan dengan paparan asap, sekaligus memastikan pelayanan kesehatan tetap berjalan bagi masyarakat,” pungkasnya. (Riska)

LAINNYA
x