src="https://news.google.com/swg/js/v1/swg-basic.js"> Butuh Air Bersih, Hubungi BPBD Samarinda di 08115537007

Butuh Air Bersih, Hubungi BPBD Samarinda di 08115537007

waktu baca 3 menit
Kamis, 3 Sep 2026 16:06 24 huldi amal

HEADLINEKALTIM.CO, SAMARINDA — Warga Samarinda yang mengalami krisis air bersih di tengah kondisi kekeringan kini bisa mengajukan bantuan suplai air kepada Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Samarinda.

Kepala Pelaksana BPBD Kota Samarinda, Suwarso, mengatakan pihaknya telah menyiagakan layanan melalui Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) BPBD Samarinda. Layanan tersebut dapat diakses masyarakat lewat sambungan telepon maupun WhatsApp di nomor 0811 5537 007.

“Apabila terjadi krisis air bersih, terutama untuk kebutuhan air minum atau dikonsumsi, komunikasi saja dengan call center. Lalu kita akan suplai air bersih untuk kebutuhan minum, untuk kebutuhan konsumsi,” ujar Suwarso saat diwawancarai di kantornya.

Bantuan tersebut, kata dia, diprioritaskan bagi masyarakat yang kesulitan memperoleh air untuk kebutuhan minum dan memasak. Setelah laporan diterima, BPBD akan mengatur distribusi air secara bertahap ke lokasi yang membutuhkan.

Sementara untuk kebutuhan mandi, mencuci, dan kakus (MCK), BPBD tidak secara otomatis menyalurkan bantuan, karena suplai air dalam situasi tanggap darurat saat ini difokuskan untuk kebutuhan konsumsi. Suwarso menilai, masyarakat masih dapat memanfaatkan sumber air lain untuk keperluan MCK, sepanjang kondisi air tersebut dinilai masih layak dan bersih.

Penyaluran bantuan tidak hanya mengandalkan armada BPBD. Pemerintah kota turut menyiagakan sejumlah kendaraan tangki pendukung, mulai dari armada PDAM, PMI, BPBD, dan Pemadam Kebakaran, hingga kendaraan dari Kementerian PUPR.

Kendati demikian, Suwarso menegaskan bantuan air bersih tidak diberikan dengan mendatangi rumah warga satu per satu. Distribusi diarahkan ke titik penampungan bersama, agar air bisa diakses oleh masyarakat di lingkungan sekitarnya.

Skema ini diterapkan karena kapasitas armada yang terbatas, sementara kebutuhan air bersih terjadi di banyak wilayah Samarinda sekaligus. Saat ini distribusi serupa juga telah berjalan di Kecamatan Sambutan dan seluruh wilayah Kecamatan Palaran melalui sejumlah titik yang telah ditentukan.

“Tidak bisa kita melayani rumah tangga. Tapi misalnya ada tempat penampungan yang besar sehingga masyarakat bisa mengambil dengan jeriken atau ember untuk kepentingan air minum, itu kita distribusi,” jelasnya.

Pola distribusi terpusat ini, lanjut Suwarso, juga diperlukan agar bantuan tidak hanya dinikmati satu keluarga, mengingat tidak semua rumah tangga memiliki tempat penampungan berkapasitas besar. Penempatan tandon di titik yang mudah dijangkau bersama dinilai jadi opsi yang lebih efektif.

“Gratis, tapi tidak bisa per rumah tangga. Harus di tempat umum yang masyarakat di sekitarnya bisa mengakses dan mengambil,” tutur dia.

Suwarso mengungkap, krisis air bersih yang dimaksud bukan hanya disebabkan gangguan jaringan perpipaan. Sejumlah kawasan mengalami keterbatasan sumber air, termasuk sumur warga yang mengering maupun distribusi air PDAM yang tersendat akibat terbatasnya ketersediaan air baku.

“Kalau masyarakat tidak bisa mendapatkan air bersih, atau aliran PDAM tersendat bukan karena kerusakan tapi karena keterbatasan sumber air, sampaikan kepada kami. Nanti secara bertahap akan kita suplai air bersihnya,” ujarnya.

BPBD Samarinda meminta agar laporan kebutuhan air disampaikan melalui kelurahan setempat lebih dulu, sebelum diteruskan ke BPBD, agar proses pendataan dan distribusi berjalan satu pintu. Mekanisme ini dimaksudkan untuk menghindari laporan ganda yang bisa menyebabkan pengiriman armada ke lokasi yang sama lebih dari sekali. Selain itu juga untuk menghindari pemborosan bahan bakar dan waktu.

“Kita layani yang untuk kepentingan umum, kepentingan bersama dan usahakan laporannya melalui kelurahan supaya satu pintu,” demikian Suwarso. (Retno)

LAINNYA
x