src="https://news.google.com/swg/js/v1/swg-basic.js">
HEADLINEKALTIM.CO, SAMARINDA – Gubernur Kaltim Isran Noor memastikan belum memberikan izin pelaksanaan sekolah tatap muka untuk tingkat SLTA sederajat, karena cakupan vaksinansi guru dan pelajar untuk dosis ke 2 baru mencapai 35 persen, dari target 70 persen.
Padahal, saat ini Kaltim masuk status PPKM level 2. Selain itu, hampir seluruh kabupaten/kota masuk zona kuning dan melandainya kasus COVID-19.
“Walaupun Kaltim dalam posisi level 2, tetap jaga disipilin, jangan lalai, jangan abai. Oleh sebab itu, saya sampai sekarang tatap muka pembelajaran masih belum memberikan signal, terutama anak-anak SMA sederajat. Karena semua guru belum divaksin. Kita baru mencapai 55 persen cakupan vaksin pertama, ke dua baru 35 persen,” ucapnya Rabu lalu.
Menurutnya, jika cakupan vaksinansi guru dan siswa sudah mencapai 80 persen, maka dirinya mengatakan, akan memberikan izin pelaksanaan pembelajaran tatap muka.
“Secara umum, kalau guru-guru sudah 80 persen dan anak-anak sudah 50 persen, kita mungkin berikan izin pembelajaran tatap muka. Bukan cuma dilakukan 50-30 persen (jumlah siswa dalam satu ruang kelas, red), tapi 100 persen,” katanya.
Masih kata Gubernur Isran Noor, di belakang dirinya, banyak pihak-pihak yang menudingnya membuat kebijakan yang dinilai tidak adil, untuk mengizinkan pembelajaran tatap muka. Namun ia menepis prasangka tersebut, dengan alasan untuk menghindari terjadinya sesuatu hal yang tidak diinginkan.
Terkait dengan beberapa kabupaten/kota di Kaltim yang mengizinkan dilaksanakannya sekolah tatap muka, mantan Bupati Kutim ini menyebut, itu adalah kewenangan Bupati dan Walikota. Namun dirinya dengan tegas mengingatkan agar kebijakan tersebut harus dilaksanakan secara hati-hati.
“Maka tidak ada keyakinan, jika vaksinansi belum maksimal. Daripada disebut tidak adil, ya tidak berikan izin tatap muka juga sebelum saya yakin vaksin minimal 75 persen untuk guru dan anak-anak,” katanya.
“Kalau untuk SD, SMP, kebijakan diberikan Bupati -Walikota, tapi saya minta berhati-hati melaksanakan pembelajaran tatap muka. Saya ingatkan, jaga kesehatan supaya kita sehat,” tutupnya.
Penulis : Ningsih