23.2 C
Samarinda
Wednesday, February 1, 2023

Dekan dan Dosennya Lapor Polisi Soal Tambang Ilegal, Rektor Unmul: Itu Kepedulian!

HEADLINEKALTIM.CO, SAMARINDA – Rektor Universitas Mulawarman (Unmul) H Masjaya, angkat bicara soal aksi 41 akademisi terdiri  dekan dan dosen Unmul yang tergabung dalam Koalisi Dosen Universitas Mulawarman melaporkan aksi tambang ilegal ke Polresta Samarinda, kemarin.

Koalisi tersebut menolak keberadaan tambang ilegal yang ada di Kaltim dan meminta aparat tegas mengusut  persoalan tersebut. Walaupun secara tidak langsung menyatakan dukungan, Masjaya menyebut aksi yang dilakukan anak buahnya adalah hal yang wajar.

“Itukan namanya masyarakat, lembaga pendidikan, kepedulian pada persoalan masyarakat. Itu adalah hal yang wajar untuk disampaikan,” ujarnya pada awak media, ditemui usai acara pelantikan dan pengukuhan Dewan Pengurus DPP IKA Unmul, Kamis 21 Oktober 2021.

Terkait dengan keberadaan tambang ilegal di Kaltim, dikatakannya, seluruh aktivitas apalagi yang terkait dengan pertambangan, harus mendapatkan izin dari pemerintah.

“Kalau melanggar aturan kan namanya ilegal. Yang bisa maju dan membesarkan negara ini adalah aktivitas yang legal. Kan begitu,” katanya.

H Masjaya yakin dan percaya, para dekan dan dosen Unmul tidak akan mengambil keputusan melakukan aksi melaporkan tambang ilegal di Kaltim tanpa ada bukti dan data.

Menurutnya, siapapun punya hak untuk menyampaikan aspirasinya.  “Jadi itukan mereka masing-masing dosen. Jadi silahkan saja dan itu sudah dikaji, saya kira. Mudah-mudahan jalan keluar adalah merapikan semua aktivitas sehingga manfaat batu bara yang disampaikan Pak Gubernur bisa dirasakan semua masyarakat. Kan itu tujuannya.  Hak negara, hak dan kewajiban masyarakat itu ada,” pungkasnya.

Diketahui, Koalisi Dosen Universitas Mulawarman (Unmul) memberikan surat terbuka ke Polresta Samarinda pada Kamis 21 Oktober 2021. Menurut salah satu dosen yang tergabung dalam koalisi juga Dekan Fakultas Hukum UNMUL, Mahendra Putra Kurnia, ada 3 hal yang menjadi dasar aksi mereka.

Pertama, berangkat dari sebuah penelitian dosen-dosen dan mahasiswa  Unmul. “Penelitian ini dari berbagai fakultas. Fakultas Hukum punya 20 kajian terkait itu yang menyimpulkan kita sedang krisis karena tambang ilegal,” bebernya.

Kedua, lahan kebun percobaan Fakultas Pertanian di Teluk Dalam juga mengalami dampak dari tambang ilegal. “Satu bulan belakangan ini, kita berhadapan dengan tambang ilegal yang menaruh hasil produksinya dekat lokasi lahan praktek mahasiswa,” ujarnya.

Ketiga, dampak tambang ilegal sangat berdampak dengan kerusakan lingkungan yang berimbas pada kelancaran aktivitas masyarakat.

Penulis: Ningsih/Erick

Komentar
- Advertisement -

LIHAT JUGA

TERBARU

- Advertisement -