27.2 C
Samarinda
Kamis, Juli 29, 2021

Gara-Gara Ikut Demo, 81 Karyawan PT SKJ “Diusir” dan Wajib Karantina

HEADLINEKALTIM.CO, TANJUNG REDEB – Sebanyak 81 karyawan PT Sentosa Kalimantan Jaya (SKJ) yang tergabung dalam serikat F-Hukatan KSBSI ditolak masuk perusahaan oleh rekan-rekannya.

Mereka diminta untuk menjalani karantina selama 14 hari. Itu lantaran puluhan pekerja tersebut tidak mengantongi izin dari pihak perusahaan saat mengikuti unjuk rasa di Kantor Pemkab Berau, Kamis, 13 Agustus 2020.

“Kami dari pihak perusahaan bersama karyawan yang tidak ikut unjuk rasa di Tanjung Redeb, hanya ingin menegaskan kepada mereka, karyawan yang mengikuti aksi demo di Tanjung Redeb, agar jalani karantina selama 14 hari,” ungkap karyawan PT SKJ, Hasyim, pada Kamis, 13 Agustus 2020 malam.

“Kita takut saat mereka ikut aksi unjuk rasa, ada yang terjangkit virus corona dari kerumunan banyak orang. Karyawan dari dalam perusahaan yang tidak ikut demo merasa khawatir terjadi penyebaran Covid-19,” tambahnya.

Aksi penolakan karyawan ini dibenarkan oleh Humas PT SKJ, Adria Noval. Dia mengakui, sejumlah karyawan yang mengikuti unjuk rasa berangkat karena seruan nasional dari SBSI pusat.

“Tapi yang jadi persoalannya adalah yang ikut demo itu tidak mengantongi izin. Tentu saja ini menimbulkan kekhawatiran di antara karyawan atau masyarakat kampung lainnya,” ujarnya.

Saat ini, pihaknya sedang berkoordinasi dengan pemerintah Kampung Tanjung Batu, Tim Gugus Siaga Covid-19 dan lembaga adat kampung. Pihak-pihak ini diminta bantuan guna mengimbau para karyawan yang ikut demo agar bersedia dikarantina selama 14 hari.

“Setelah (karantina) itu mereka boleh melakukan aktivitas seperti biasa kembali. Untuk tempat karantina sudah disiapkan oleh pihak perusahaan, sesuai permintaan dari Tim Gugus Siaga Covid-19,” ungkapnya.

Dia menambahkan, meski sudah memasuki era adaptasi kebiasaan baru, bukan berarti virus corona telah hilang.

Justru, di masa seperti inilah paling rentan terpapar Covid-19 karena imbauan untuk mengikuti protokol kesehatan sering diabaikan.

“Semoga saja tidak ada yang terjangkit, tapi kita tetap ingin mereka dikarantina,” pungkas Adria.

Penulis: Sofi

Komentar

- Advertisement -spot_img

LIHAT JUGA

- Advertisement -spot_img

TERBARU

spot_img
Komentar