src="https://news.google.com/swg/js/v1/swg-basic.js"> Akui Prestasi Jokowi, Rektor Uniba: IKN di Kaltim Layak Jadi Video Testimoni

Akui Prestasi Jokowi, Rektor Uniba: IKN di Kaltim Layak Jadi Video Testimoni

waktu baca 3 menit
Rabu, 7 Feb 2024 23:36 566 huldi amal

HEADLINEKALTIM.CO, SAMARINDA–Hiruk pikuk dan tensi politik menjelang Pemilu 2024 semakin menyengat. Salah satu yang jadi sorotan adalah soal sejumlah Rektor perguruan tinggi yang diminta membuat testimoni terkait keberhasilan pemerintahan era Presiden Joko Widodo di Jawa Tengah. Pimpinan sejumlah kampus itu diarahkan membuat narasi positif dengan tujuan agar Pemilu 2024 berlangsung damai.

Kapolrestabes Semarang Kombes Irwan Anwar mengkonfirmasi polisi yang menghubungi Rektor Unika Soegijapranata Ferdinandus Hindarto untuk membuat testimoni video mengapresiasi kinerja Presiden Joko Widodo atau Jokowi. Kombes Irwan mengakui pihaknya meminta para tokoh-tokoh yang ada di Semarang, Jawa Tengah, termasuk Hindarto untuk membuat video.

Namun, Irwan Anwar menyebutkan bahwa video yang diminta dari para tokoh tersebut sebetulnya untuk menyerukan Pemilu Damai. Hal itu sebagai program cooling system untuk mewujudkan situasi kondusif menjelang pemilu serentak pada 14 Februari 2024 mendatang.

Rektor Universitas Muhammadiyah Semarang (Unimus) Masrukhi mengaku diminta pihak kepolisian membuat video testimoni bernarasi positif dengan tujuan pemilu 2024 berlangsung damai. Dia pun membuat video testimoni yang diminta.

“Iya (dihubungi Polrestabes Semarang), teman saya sendiri,” kata Masrukhi saat dihubungi, Selasa 6 Februari 2024, dikutip dari kompas.com.

Adapun pesan pemilu damai dalam video yang ia buat yakni menyatakan pemilu sebagai amanat konstitusi di alam demokrasi. Lalu, mengajak menjadikan pemilu tahun ini berjalan lancar, aman, tertib, dan damai. Ketiga, ia mengajak masyarakat pemilih menggunakan hak pilih sesuai hati nurani masing-masing.

“Keempat, saya katakan perbedaan pilihan itu hal biasa, hal wajar. Terpenting persatuan kesatuan bangsa harus dijaga secara sebaik-baiknya. Itu saja isinya,” sambung Masrukhi.

Masrukhi menekankan aktivitas membuat video testimoni macam ini sudah sering dilakukan sebagai bentuk kemitraan antara perguruan tinggi, Polri, TNI, organisasi keagamaan selaku agen sosial.

Lebih jauh, Masrukhi juga tidak melihat ada benang merah atau indikasi permintaan pembuatan video testimoni oleh kepolisian mengarah ke upaya intervensi kepada perguruan tinggi dengan membangun citra positif pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) seperti bunyi laporan yang diperoleh cawapres nomor urut 3 Mahfud MD.

AKUI PRESTASI JOKOWI

Jika demikian halnya yang terjadi di Semarang, Jateng, suasana perguruan tinggi di Kalimantan Timur relatif “aman” dari tensi politik. Tak ada ajakan atau permintaan dari oknum tertentu untuk membuat testimoni sejenis.

Hal ini diungkapkan oleh Rektor Universitas Balikpapan (Uniba) Isradi Zainal. “Tidak ada sama sekali,” tegasnya kepada headlinekaltim.co, via pesan WhatsApp, Rabu 7 Februari 2024.

Namun, Isradi Zainal yang dikenal sebagai akademisi, praktisi dan pebisnis menegaskan dirinya sepakat jika video testimoni dibuat terkait keberhasilan Presiden Joko Widodo, khususnya IKN di Kalimantan Timur.

“Bagi kami memang Jokowi berprestasi. Kami mengakui, khususnya terkait IKN (ibu kota negara),” kata pria yang menjadi langganan konsultan sejumlah perusahaan multinasional ini.

Jika pun diminta membuat testimoni, Isradi mengaku akan mengangkat IKN sebagai bukti keberhasilan pembangunan di era kepemimpinan mantan Wali Kota Solo dan Gubernur DKI Jakarta itu.

“Bagi saya, selain IKN, banyak prestasi Jokowi yang patut diapresiasi, termasuk sejumlah pembangunan infrastruktur. Kami juga menganggap Presiden sukses dan program pembangunannya layak dilanjutkan,” urainya.

Kelebihan Jokowi, kata Isradi, adalah gaya kepemimpinannya yang berbeda dari pemimpin-pemimpin sebelumnya. “Beliau tidak banyak ‘Omon’ tapi banyak kerja dan eksekusi pembangunan,” sambung Isradi lagi.

Sebelumnya, Rektor Unikarta Prof Dr Ince Raden juga menegaskan Kampus Ungu, julukan Unikarta tak mengalami “intervensi” terkait pilihan-pilihan politik di pentas nasional. Forum akademisi daerah tempat dia bergabung juga relatif adem dari hiruk-pikuk kepentingan Pemilu 2024.  “Alhamdulillah, tidak ada intervensi politik di Unikarta,” tegas Prof Ince Raden, Rabu 7 Februari 2024. (huldi amal)

LAINNYA
x