src="https://news.google.com/swg/js/v1/swg-basic.js"> Wagub Kaltim Siap Jadi Relawan Pertama Vaksin Covid-19

Wagub Kaltim Siap Jadi Relawan Pertama Vaksin Covid-19

2 minutes reading
Sunday, 20 Dec 2020 19:31 189 Muhammad Yamin

HEADLINEKALTIM.CO, SAMARINDA – Mengikuti langkah presiden Jokowi dan beberapa kepala daerah, Wakil Gubernur Kaltim Hadi Mulyadi mengaku siap menjadi relawan pertama penerima vaksin Covid-19 di Kaltim.

“Saya siap menjadi penerima (vaksin, red) pertama di Kaltim, ” ucap Wakil Gubernur Hadi Mulyadi usai menghadiri acara penyerahan laporan kinerja penanganan Covid-19 di BPK Kaltim.

Wagub Hadi Mulyadi menceritakan bahwa seorang anaknya yang saat ini berada di Abu Dhabi juga telah menjadi penerima vaksin sejak lebih dari sepekan lalu.

“Anak saya sudah divaksin di Abu Dhabi tanggal 9 Desember kemarin, sudah seminggu tidak ada apa-apa, ” terangnya.

Hadi Mulyadi melanjutkan, vaksin yang diberikan kepada anaknya tersebut dari Sinovac, Tiongkok. Yang mana vaksin tersebut sama dengan vaksin yang akan diberikan kepada masyarakat Indonesia seluruhnya.

“Sama, kita juga Sinovac dan Sinopam dari Tiongkok, “ungkap mantan legislator Senayan ini.

Namun saat disinggung soal jatah jumlah vaksin Covid-19 yang akan diterima oleh pemerintah provinsi Kaltim, Wagub Hadi Mulyadi mengaku dirinya belum mengetahui angka pasti. Karena menurutnya, vaksin yang diterima oleh pemerintah pusat beberapa waktu lalu hanya berjumlah 1 juta vaksin dalam bentuk curah.

“Belum, cuma datang sejuta. Nantinya yang datang 30 juta dalam bentuk curah. Kita ikuti saja, “katanya.

Namun demikian, orang nomor dua di Kaltim ini menegaskan bahwa vaksin tersebut akan diberikan kepada seluruh masyarakat secara gratis, sesuai perintah Presiden Jokowi.

Di Kaltim sendiri, Wagub Hadi Mulyadi mengimbau kepada pemerintah Kabupaten/kota dan instansi terkait untuk melakukan sosialisasi dan simulasi terkait vaksin tersebut, untuk menghindari adanya penolakan masyarakat.

Hadi Mulyadi juga meminta masyarakat untuk bersabar menunggu distribusi vaksin, karena jumlahnya yang terbatas dan pemberiannya pun dilakukan bertahap.

“Kalau dari presiden kan gratis. Masalahnya bahannya terbatas, pasti menunggu, karena kita tidak bisa bikin sendiri. Mudahan dengan vaksin ini akan teratasi, “pungkasnya.

Penulis : Ningsih

Editor : Amin

 

Berita Terkini di Ujung Jari Anda! Ikuti Saluran WhatsApp Headline Kaltim untuk selalu up-to-date dengan berita terbaru dan Temukan berita populer lainnya di Google News Headline Kaltim

banner pemkab berau baru
LAINNYA
x