src="https://news.google.com/swg/js/v1/swg-basic.js"> Dinkes Evaluasi Pemberian Pangan Lokal Tambahan Balita dan Ibu Hamil

Dinkes Evaluasi Pemberian Pangan Lokal Tambahan Balita dan Ibu Hamil

waktu baca 2 menit
Selasa, 22 Okt 2024 19:44 219 huldi amal

HEADLINEKALTIM.CO, TANJUNG REDEB – Sebagai upaya percepatan penanggulangan stunting, Dinas Kesehatan Berau menggelar pertemuan monitoring dan evaluasi tim pelaksanaan pemberian makanan berbasis pangan lokal bagi Balita dan ibu hamil KEK pada Selasa, 22 Oktober 2024.

Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesra, Hendratno menyampaikan, kegiatan ini menjadi keseriusan pemerintah terhadap pencegahan dan penanggulangan stunting di Kabupaten Berau. Terutama pada pelaksanaan intervensi serentak pencegahan stunting.

“Salah satu bentuk intervensi yang dapat dilakukan adalah melalui pangan yang dikonsumsi balita dan ibu hamil. Hal ini sangat menentukan tumbuh kembang balita tersebut maupun bayi yang sedang dikandung,” jelasnya di Ballroom SM Tower, Tanjung Redeb.

Ia mendorong para kader Posyandu untuk dapat melaksanakan program Pemberian Makanan Tambahan (PMT) berbahan pangan lokal. Kemudian juga terus berupaya mengoptimalkan angka kunjungan, pengukuran, penyuluhan, serta bekerja sama dengan tenaga kesehatan.

“Saya menginstruksikan kepada kita semua, seluruh perangkat terkait untuk bekerja lebih maksimal, agar target ini bisa dicapai,” tegasnya.

Kepala Dinas Kesehatan, Lamlay Sarie mengatakan, kebijakan dan program percepatan penurunan stunting diarahkan untuk mendukung pencapaian target RPJMN pada angka 14 persen untuk tahun 2024.Berdasarkan Survei Kesehatan Indonesia (SKI) Tahun 2023 di Kabupaten Berau, prevalensi balita wasting sebesar 7,1 persen, balita stunting 23,0 persen, balita underweight 19,4 persen, dan balita overweight 4,9 persen. Sedangkan prevalensi anemia pada ibu hamil sebesar 27,7 persen dan ibu hamil KEK sebesar 16,9 persen.

Kegiatan ini menyasar para Camat, Lurah, Kepala Kampung, Kader Pelaksana PMT. Melalui kegiatan ini diharapkan dapat menambah pengetahuan dalam penyelenggaraan PMT berbahan pangan lokal bagi lbu hamil KEK dan Balita. “Serta cara monitoring dan evaluasi PMT berbahan pangan lokal,” demikian Lamlay. (Riska)

 

Berita Terkini di Ujung Jari Anda! Ikuti Saluran WhatsApp Headline Kaltim untuk selalu up-to-date dengan berita terbaru dan Temukan berita populer lainnya di Google News Headline Kaltim

LAINNYA
x