src="https://news.google.com/swg/js/v1/swg-basic.js">
HEADLINEKALTIM.CO, SAMARINDA – Dalam tiga hari terakhir, perkembangan kasus COVID-19 mengalami penurunan drastis, jika dibanding beberapa minggu sebelumnya, walaupun seluruh kabupaten/kota kembali masuk zona merah.
Juru Bicara (Jubir) Penanganan COVID-19 Kaltim Andi Muhammad Ishak menyebut, hal itu disebabkan terjadinya beberapa faktor. Mulai dari terlambatnya verivikasi data dari Kabupaten/kota hingga tutupnya labolatorium yang biasanya libur di akhir Minggu.
“Beberapa faktor yang mempengaruhi, karena terlambat diverifikasi oleh Kabupaten/kota, sehingga tidak sempat dilaporkan. Jadi baru direkap untuk dilaporkan pada hari berikutnya. Nah, biasanya di akhir Minggu, beberapa labolatorium tidak melakukan pemeriksaan atau libur,” terangnya saat dihubungi headlinekaltim.co, Selasa 16 Februari 2021.
Andi Muhammad Ishak menyebut penerapan PPKM Mikro untuk turunkan kasus Covid-19 belum dapat dilihat dampaknya dari adanya penurunan kasus baru. Karena baru dilaksanakan oleh beberapa Kabupaten/kota di Kaltim.
“Di Kaltim sendiri kan untuk pelaksanaan PPKM Mikro baru di beberapa kabupaten/kota yang memulai, jadi belum bisa dilihat dampaknya sekarang,” katanya.
Namun demikian, ketika terjadi lonjakan kasus COVID-19 baru, artinya banyak temuan atau yang terdeteksi. Sehingga upaya penanganan dan pencegahan dapat segera dilakukan.
“Ada sisi positifnya juga dengan temuan kasus yang tinggi. Artinya semakin banyak yang terdeteksi, sehingga cepat dilakukan pencegahan lebih banyak juga untuk tidak menularkan ke yang lain. Nah upaya selanjutnya adalah harus diiringi dengan kepatuhan masyarakat pada protokol kesehatan,” ujarnya.
“Prokes ini sangat penting, ditambah dengan 5M untuk memutus mata rantai penyebaran COVID-19. Mengingat, penyebaran transmisi lokal terutama di klaster keluarga ini cukup tinggi,” pungkasnya.
Sementara itu, data dari Dinas Kesehatan Provinsi Kaltim mencatat, hingga Senin 16 Februari 2021, terdapat penambahan kasus sebanyak 322 kasus, meninggal bertambah 3 kasus. Sedangkan kasus sembuh meningkat, ada penambahan sebanyak 224 kasus, dan yang dirawat sebanyak 95 kasus.
Penulis : Ningsih
Editor: Amin