Beranda BUMI ETAM Kaltim Tambah 72 Kasus COVID-19, 1 Pasien Meninggal

Kaltim Tambah 72 Kasus COVID-19, 1 Pasien Meninggal

Tembus 4.245 Kasus Covid-19 di Kaltim, KabupatenKota Diimbau Tingkatkan Upaya Tracing - headlinekaltim.co
Andi M Ishak
Advertisement

HEADLINEKALTIM.CO, SAMARINDA – Jumlah kasus positif COVID-19 di Kaltim per hari Rabu 2 September 2020 hari ini, tembus 4.377 kasus. Ada penambahan 72 kasus baru. Pasien yang masih dirawat mencapai 1.738 kasus.

Perkembangan kasus ini diungkap Juru Bicara Satgas Covid-19 Kaltim, Andi M Ishak dalam video konferensi yang disiarkan youtube Dinkes Kaltim.

Menurut dia, tingkat kematian COVID-19 di Kalimantan Timur dilaporkan hari ini, kembali berada di bawah persentase rata-rata nasional.

Advertisement

“Tingkat kematian (COVID-19) Kalimantan Timur masih sedikit di bawah rata-rata nasional,  tingkat kematian kemarin ada di 3,8 persen, sementara nasional 4,2 persen,” ujar

Namun, diharapkan pemerintah kabupaten/kota se-Kaltim dan masyarakat tidak lengah dalam pencegahan penularan COVID-19.  “”Kita jangan lengah karena setiap hari kasus ini dilaporkan ada kematian dan ini menjadi peringatan bagi kita bahwa COVID-19 bukan penyakit biasa dan cukup berbahaya dengan penularan sangat tinggi. Ini menunjukan tingkat kematian di Kaltim yang semakin tinggi,” kata Andi.

Dikatakan Andi, hari ini ada penambahan satu kasus meninggal dunia terkonfirmasi positif COVID- 19. Kasus dari Samarinda, pasien SMD 987, wanita 63 tahun, warga Samarinda. “Pasien miliki infeksi saluran pernafasan akut dan memiliki komorbid cardiomeghaly (pembesaran jantung), ” ujarnya.

Total kasus kematian di Kaltim kini mencapai 165 kasus. Sedangkan, kasus sembuh di Kaltim mencapai 2.474 kasus karena ada penambahan 67 kasus hari ini.

Lebih lanjut, dijelaskannya, Kaltim saat ini mendekati wilayah risiko tinggi atau zona merah penyebaran COVID-19. Hal ini disebabkan belum adanya langkah agresif pencegahan penularan virus corona.

“Posisi Kalimantan Timur sekarang ini semakin memburuk, tidak baik dan bisa saja masuk dalam kriteria wilayah yang miliki risiko tinggi atau daerah merah apabila kita tidak melakukan upaya lebih agresif pencegahan penularan virus ini,” kata Andi.

Penulis: Amin

 

Komentar
Advertisement