src="https://news.google.com/swg/js/v1/swg-basic.js"> Perpustakaan Digital Kukar Diluncurkan, Koleksi Ribuan Judul Buku

Perpustakaan Digital Kukar Diluncurkan, Koleksi Ribuan Judul Buku

2 minutes reading
Wednesday, 12 Jan 2022 21:01 539 huldi amal

HEADLINEKALTIM.CO, TENGGARONG – Masyarakat Kutai Kartanegara semakin dimanjakan dalam hal literasi. Saat ini, jika warga ingin membaca buku, tak harus jauh-jauh ke Perpustakaan Daerah (Perpusda) Kukar.

Hari ini, sudah tersedia aplikasi perpustakaan digital yang digarap Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (DPK) Kukar.

“Hari ini kita luncurkan perpustakaan digital bernama iKukar. Kita ingin menunjukan kepada masyarakat, membaca buku itu mudah murah dan berkualitas, ” jelas Kepala DPK Kukar, Ahyani Fadianur Diani, saat Launching iKukar, Rabu 12 Januari 2022, di aula Perpusda Kukar.

Mantan Kadis PU Kukar ini menambahkan, aplikasi iKukar bisa diunduh melalui Play Store Android dan App Store bagi pengguna Apple.

Perpustakaan digital ini menjadi jawaban dari luasnya bentang geografis dan sebaran masyarakat Kukar. Jadi, warga tak lagi kesulitan mendapatkan bahan bacaan seperti buku.

“Jika ada masyarakat yang kekurangan bahan bacaan, maka akan terjadi kesenjangan intelektual,” sebutnya.

Koleksi buku digital yang ada di iKukar mencapai ribuan judul dengan beragam tema seperti ekonomi, sosial, politik, pendidikan, pertanian serta tema lainnya.

Peluncuran iKukar dirangkai pelantikan pengurus Ikatan Pustakawan Indonesia (IPI) Kukar periode 2021-2024 yang dipimpin Heni Marlina dan Sekretaris Abdul Ajiz.

Sekretaris Daerah Kukar Sunggono yang hadir di acara launching iKukar mengapresiasi program inovasi tersebut.

Pengembangan aplikasi iKukar, kata dia, sudah sejalan dengan visi kepala daerah di RPJMD Kukar periode 2021-2026 yaitu mewujudkan masyarakat Kukar yang sejahtera dan bahagia.

Peluncuran aplikasi iKukar bertujuan memudahkan akses layanan dasar masyarakat. “Masyarakat Kukar wajib mendapatkan layanan dasar, dalam bidang pendidikan secara luas, salah satunya mudah mendapatkan akses bahan bacaan,” paparnya.

Sekda berpesan agar inovasi ini diimbangi oleh Pustakawan yang handal sehingga akan memaksimal layanan perpustakaan.

Perpusda, sebut Sunggono, menjadi ajang rekreasi intelektual. “IPI bukan sekedar wadah kumpul saja, semoga dapat membuat gerakan terpadu terarah dan terorganisir. Apalagi budaya baca masyarakat kita masih rendah. Bisa tingkatkan minat baca masyarakat,” bebernya.

“Sekelas organisasi profesi seperti IPI harus bersifat independen dan jangan main politik, sehingga mengalami kesulitan mewujudkan masyarakat berkualitas,” pungkasnya.

Penulis: Andri

Editor: MH Amal

LAINNYA
x