src="https://news.google.com/swg/js/v1/swg-basic.js">
Sekretaris Kabupaten Berau, Muhammad Said. (Foto: ist/Prokopim Berau)HEADLINEKALTIM.CO, TANJUNG REDEB – Sekretaris Kabupaten Berau, Muhammad Said, menyampaikan Kabupaten Berau memiliki 15 geosite yang menjadi bagian dari kawasan Geopark Sangkulirang-Mangkalihat yang tengah menjadi penilaian Tim Verifikator Geopark Nasional.
“Selama 6–10 Juli 2026, tim melakukan verifikasi lapangan terhadap sejumlah geosite sebagai tahapan penentu sebelum Geopark Sangkulirang-Mangkalihat ditetapkan sebagai Geopark Nasional,” jelasnya.
Lokasi geosite tersebar dari wilayah hulu hingga kepulauan, di antaranya Goa Beloyot dan Goa Tewet di Kampung Merabu, Air Panas Pemapak di Kecamatan Kelay, Danau Halo Tabung, Labuan Cermin di Kecamatan Biduk-Biduk, serta bentang alam karst Sangkulirang-Mangkalihat yang memiliki nilai geologi kelas dunia.
Verifikasi ini merupakan kelanjutan dari proses panjang yang telah dimulai sejak 2019. Berbagai tahapan telah dilalui, mulai dari inventarisasi keragaman geologi, penyusunan dokumen induk, penetapan warisan geologi, hingga praasesmen oleh Kementerian PPN/Bappenas pada 2025 untuk menyempurnakan dokumen usulan.
“Pemerintah daerah bersama Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur optimistis dan berkomitmen penuh mengawal proses penetapan tersebut,” ucapnya.
Said berharap hasil verifikasi lapangan dapat memberikan hasil terbaik sehingga Geopark Sangkulirang-Mangkalihat ditetapkan sebagai Geopark Nasional. Ia juga menyatakan, apabila masih terdapat kekurangan, pemerintah daerah mengharapkan saran dan masukan dari tim verifikator sebagai bahan evaluasi dan penyempurnaan ke depan.
“Potensi yang dimiliki Berau menjadi modal penting untuk mengembangkan kawasan berbasis konservasi, pendidikan, penelitian, dan pariwisata berkelanjutan, sehingga dapat memberikan manfaat bagi masyarakat,” ujarnya
Prof. Mega Fatimah Rosana menjelaskan bahwa verifikasi lapangan dilakukan untuk memastikan seluruh informasi dalam dokumen usulan sesuai dengan kondisi sebenarnya di lapangan. Penilaian mencakup aspek geologi, pengelolaan geosite, konservasi, pemanfaatan kawasan, hingga keterlibatan masyarakat.
Menurutnya, keberadaan masyarakat menjadi elemen penting dalam konsep geopark. Sebab, tujuan geopark bukan hanya melindungi warisan geologi, tetapi juga memastikan kawasan tersebut mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui pengelolaan yang berkelanjutan.
“keterlibatan masyarakat dalam menjaga dan memanfaatkan kawasan secara berkelanjutan menjadi salah satu poin penting dalam proses verifikasi,” jelasnya.
Hasil verifikasi ini akan menjadi salah satu dasar penilaian dalam penetapan Geopark Sangkulirang-Mangkalihat sebagai Geopark Nasional. Status tersebut diharapkan tidak hanya memperkuat upaya pelestarian warisan geologi, tetapi juga meningkatkan daya saing pariwisata Berau dan Kutai Timur di tingkat nasional. (Adv40/Riska)