src="https://news.google.com/swg/js/v1/swg-basic.js">
Murid SMPN 3 Gunung Tabur, Kabupaten Berau. (Foto: Ist) HEADLINEKALTIM.CO, TANJUNG REDEB – Kondisi lereng gunung yang rawan longsor di area SMPN 3 Gunung Tabur menjadi perhatian Anggota Komisi III DPRD Berau, Rahman. Ia menilai persoalan tersebut perlu penanganan serius agar tidak mengancam aktivitas siswa di sekolah.
Menurutnya, pihak perusahaan sebelumnya juga pernah membantu melakukan penanganan dengan menggunakan alat berat jenis dozer berkapasitas besar. Meski demikian, upaya tersebut belum mampu menyelesaikan persoalan secara menyeluruh. “Perusahaan sudah pernah membantu menggunakan dozer 375. Tetapi saat hujan turun, tanah dari gunung itu tetap turun ke halaman sekolah,” ujarnya.
Ia menjelaskan, alat berat yang digunakan sebenarnya merupakan salah satu yang berkapasitas besar. Bahkan, menurutnya dozer tersebut berada di atas tipe alat yang biasa digunakan di beberapa proyek di perkotaan. Namun demikian, kondisi struktur tanah dan lereng di lokasi tersebut membuat upaya perataan atau pemotongan gunung menjadi tidak mudah dilakukan.
“Kalau di kota biasanya menggunakan dozer tipe D85. Di atasnya ada D155, dan yang digunakan di sini sudah dozer 375. Tapi untuk melakukan ripping saja masih tidak mampu,” jelasnya.
Rahman meminta agar instansi teknis seperti DPUPR Berau dapat ikut memikirkan solusi yang tepat untuk mengatasi persoalan tersebut, terutama demi keamanan dan kenyamanan lingkungan sekolah.
Ia juga menyoroti bahwa halaman sekolah tersebut sebelumnya sudah dibangun menggunakan anggaran APBD melalui pengecoran. Namun karena adanya longsoran tanah dari lereng gunung, pemanfaatan halaman tersebut menjadi tidak optimal.
“Halaman sekolah itu sudah dicor menggunakan anggaran APBD. Sayang kalau tidak bisa dimanfaatkan secara maksimal oleh siswa,” katanya.
Rahman menyebut, pihak sekolah sempat mengusulkan pembangunan pengaman berupa siring beton di sepanjang tebing agar tanah tidak terus turun ke halaman sekolah. Ia menilai solusi teknis terbaik tetap perlu dikaji oleh instansi terkait.
“Kalau pagar sekolah mau dibangun, itu juga harus dimatangkan dulu perencanaannya. Karena di samping kiri ada gunung yang perlu diperhatikan,” ujarnya.
Politikus PKS ini berharap pemerintah daerah dapat merencanakan penanganan secara matang agar anggaran yang dikeluarkan benar-benar memberikan manfaat jangka panjang. Kata dia, jangan sampai pemerintah daerah menganggarkan dana tapi tidak memberikan manfaat.
“Harus direncanakan dengan baik. Kalau memang perlu diratakan sekalian, supaya bisa dimanfaatkan menjadi tempat kegiatan anak-anak di sekolah,” pungkasnya. (Adv53/Riska)