src="https://news.google.com/swg/js/v1/swg-basic.js"> Infrastruktur dan Fasilitas Sekolah di Kampung Tembudan Jadi Sorotan DPRD Berau

Infrastruktur dan Fasilitas Sekolah di Kampung Tembudan Jadi Sorotan DPRD Berau

2 minutes reading
Monday, 16 Mar 2026 13:04 55 huldi amal

HEADLINEKALTIM.CO, TANJUNG REDEB – Sekretaris Komisi I DPRD Berau, Frans Lewi, menyoroti sejumlah persoalan infrastruktur dan fasilitas pelayanan publik di Kampung Tembudan, Kecamatan Batu Putih. Hal tersebut disampaikannya setelah menerima laporan masyarakat serta meninjau langsung kondisi di lapangan.

Ia menjelaskan, salah satu persoalan yang perlu mendapat perhatian adalah kondisi drainase di sekitar jalan poros kampung. Menurutnya, terdapat pemotongan jalan di area dekat patching plant yang diduga tidak direncanakan dengan baik sehingga menimbulkan masalah aliran air.

“Di situ ada pemotongan jalan poros, tetapi kemungkinan dari awal tidak diteliti secara menyeluruh. Akhirnya air hanya dibuang begitu saja, padahal di bagian belakangnya terdapat kawasan sekolah,” ujarnya.

Frans mengatakan, saat pekerjaan dilakukan kemungkinan kondisi cuaca belum menunjukkan potensi hujan. Namun setelah musim hujan tiba, muncul genangan air yang berpotensi mengganggu aktivitas di lingkungan sekolah, termasuk para siswa.

Ia meminta pemerintah daerah untuk menelusuri persoalan tersebut dan segera mencari solusi, seperti membuat saluran pembuangan air yang lebih terarah agar tidak mengalir ke area sekolah.
“Ini perlu ditelusuri kembali agar dibuatkan alur pembuangan air ke bawah atau ke samping, sehingga tidak lagi menimbulkan genangan di sekitar sekolah,” katanya.

Selain persoalan drainase, Politikus Partai Hanura ini juga menyoroti kondisi fasilitas pendidikan di Kampung Tembudan. Ia menilai kapasitas ruang belajar di salah satu SMP di wilayah tersebut masih belum mencukupi untuk menampung jumlah siswa yang terus bertambah.

Menurutnya, peningkatan jumlah penduduk, termasuk dari keluarga pekerja perusahaan di sekitar wilayah tersebut, turut memengaruhi bertambahnya jumlah peserta didik. “Ruang belajar di sana memang belum mencukupi. Apalagi ada tambahan siswa dari keluarga pekerja perusahaan, sehingga kondisi ruang kelas sekarang tidak lagi memadai,” jelasnya.

Frans berharap pemerintah daerah dapat memberikan perhatian terhadap kebutuhan ruang belajar, termasuk kemungkinan penambahan kelas serta fasilitas penunjang pendidikan seperti perpustakaan. (Adv52/Riska)

 

WhatsApp
Berita Terkini, Ikuti Saluran WhatsApp headlinekaltim.co

Gabung

banner pemkab berau baru
LAINNYA
x