src="https://news.google.com/swg/js/v1/swg-basic.js">
KPU Kaltim menggelar press gathering mengundang jurnalis. (Ningsih) HEADLINEKALTIM.CO, SAMARINDA – Komisi Pemilihan Umum (KPU) provinsi Kaltim menggelar kegiatan sosialisasi dan press gathering terkait peran media dalam menyukseskan pemilu tahun 2022, di Hotel Harris Samarinda, Jumat 16 Desember 2022.
Kegiatan sosialisasi diikuti oleh sejumlah wartawan dari berbagai media di Samarinda.
Komisioner KPU Kaltim Bidang Hukum Fahmi Idris mengatakan, kegiatan sosialisasi tersebut sangat penting untuk dilaksanakan. Mengingat, peran media yang sangat vital untuk menyukseskan informasi pelaksanaan tahapan pemilu.
Untuk itu, dirinya berharap hubungan baik dan sinergitas KPU Kaltim dengan media semakin baik.
“Peran serta media terkait tahapan yang sedang kita lakukan. Memang selama ini media sudah berperan sangat baik untuk menunjang pelaksanaan tahapan yang kita lakukan, ” ucapnya.
“Ke depan, kita berharap akan lebih baik lagi, lebih sinergi lagi dan lebih maksimal lagi, agar tujuan kita terkait pemilu bisa tercapai, ” sambung Fahmi Idris.
Dia menjelaskan, pelaksanaan kegiatan sosialisasi memiliki beberapa tujuan. Diantaranya untuk mengedukasi masyarakat akan pentingnya partisipasi pemilu.
“Pertama, tujuannya agar tingkat partisipasi masyarakat bisa meningkat, khususnya di Kaltim. Kedua, tujuan terkait dengan tahapan yang sedang kita lakukan, agar masyarakat bisa tahu dan bisa lebih mengetahui secara lebih lengkap terkait apa yang kami lakukan. Itu tujuan dilaksanakannya kegiatan ini, ” ungkapnya.
“Di KPU peran media sudah sangat luar biasa. Kita tidak bisa melaksanakan kegiatan kita, mencapai tujuan kita terkait keberhasilan kepemiluan tanpa peran media. Jadi media itu kita tempatkan di tempat yang sangat penting dan sangat luar biasa, ” lanjutnya.
Terkait dengan beberapa media yang dimiliki partai politik, KPU, terang Fahmi Idris akan melakukan filter sehingga media-media tersebut tidak ikut mempengaruhi masyarakat saat masa kampanye.
“Forum ini akan kita ambil formulasi yang tepat untuk bagaimana memfilter terkait dengan media-media yang dimiliki oleh calon peserta pemilu. Nanti kita akan gelar diskusi bersama Bawaslu dan media untuk menentukan formulasi yang bagus untuk filternya, ” tutupnya.
Penulis: Ningsih