23 C
Samarinda
Thursday, February 2, 2023

Pakai Jasa Mediator, Keluarga Kesultanan Kutai Tuntut Hak Waris ke Jokowi

HEADLINEKALTIM.CO, TENGGARONG –Keluarga besar Kesultanan Kutai Ing Martadipura dari silsilah Sultan AM Sulaiman, AM Alimuddin, dan AM Parikesit sedang berjuang untuk bisa mendapatkan kembali hak waris kesultanan.

Tuntutan ini akan disampaikan ke Presiden Joko Widodo. Keluarga kesultanan menggandeng mediator nasional untuk memperjuangkan keinginan tersebut.

“Kami hanya menuntut dan berjuang agar hak waris penerus bisa didapat dan dirasakan oleh keluarga kesultanan, ” ucap Jubir Kesultanan Kukar, Aji Haryo Pangeran Poeger, Jumat 25 Maret 2022, di Museum Mulawarman Tenggarong.

Poeger menilai wajar apa yang diminta para keluarga kerajaan karena selama ini mereka tidak mendapatkan apa-apa. Pertambangan batu bara secara besar-besaran di tanah Kutai, begitu juga dengan pengambilan Migas, sama sekali tidak memberikan dampak apapun terhadap kesultanan.

Poeger mengungkapkan, keluarga menggandeng mediator nasional, Dr John Palinggi untuk menyampaikan aspirasi kepada Presiden Jokowi.

Ada beberapa tuntutan yang akan disampaikan ke Presiden. Di antaranya menuntut hak tanah ulayat dan hak pengelolaan Museum Mulawarman Tenggarong yang berada satu kompleks dengan Kedaton Kesultanan Kutai.

“Kalau kita menyurati Pak Jokowi, belum tentu dibaca tuntutan kami. Kalau melalui mediator, pasti akan dijadwalkan bertemu. Kami akan berikan data fakta sejarah sehingga kami layak dapat hak penerus waris kesultanan, ” jelasnya.

John Palinggi menyebut, meski lama tinggal di Jakarta, Kutai merupakan bukan tempat yang baru baginya. John pernah lama bekerja di salah satu perusahaan kayu besar di Kukar.

“Saya ini pernah minum air mahakam, akhirnya bisa kembali ke Kukar, dan bisa berjuang untuk kutai, ” sebutnya.

Berdasarkan pengalaman sebagai Ketua Umum Asosiasi Mediator Seluruh Indonesia (AMSI) bentukan Mahkamah Agung, John mengaku selalu berhasil mendapatkan solusi yang baik dan menguntungkan pihak-pihak yang dimediasi. Bahkan, dalam kasus sekalipun.

Untuk mencari titik temu dalam silang sengketa, banyak cara yang bisa ditempuh. Seperti saling memuliakan, tidak menciptakan gaduh di media massa, serta hormati pemerintah di tingkat kabupaten provinsi dan pusat.

“Jujur juga harus menjadi modal dasar mediator, kalau tidak jujur, biasanya mediator kalah. Terlebih lagi jangan lupakan Allah, ” sebutnya.

John yang juga aktif di Badan Interaksi Sosial Masyarakat Beragama berharap, persoalan yang dihadapi keluarga Kerajaan Kutai bisa diselesaikan secara cepat dan memuaskan.

Penulis: Andri
Editor: MH Amal

Komentar
- Advertisement -

LIHAT JUGA

TERBARU

- Advertisement -