src="https://news.google.com/swg/js/v1/swg-basic.js">
Pembekalan dan buka puasa bersama untuk Kades dan lurah se Kukar.(Andri)HEADLINEKALTIM.CO, TENGGARONG – Pada Kamis 5 Maret 2026, Bupati Kukar Aulia Rahman Basri mengumpulkan kepala desa (Kades) se-Kutai Kartanegara di Pendopo Bupati. Mantan Direktur RSUD Dayaku Raja Kota Bangun ini membeberkan kondisi dan tantangan daerah terkini.
“Saat ini, Kukar hadapi tantangan yang tidak ringan, keuangan Kukar masih alami tekanan defisit anggaran,” ucap Bupati Aulia.
Mau tidak mau, ucap Aulia, efisiensi anggaran menjadi konsekuensi yang harus dihadapi bersama. Sumber dan ruang fiskal Kukar sangat terbatas, sementara harapan masyarakat kepada pemerintah semakin meningkat. “Meski efisiensi, saya berharap desa tetap memberikan pelayanan yang maksimal,” tegasnya.
Kekuatan pemerintah daerah ada di tingkat desa dan kelurahan. Kata dia, sebagai pemimpin wilayahya, Kades atau lurah harus tetap menjalankan roda pemerintahan dengan baik. “Jika pelayanan menurun, maka pemerintahan semakin melemah,” ucapnya.
Aulia meminta camat saling berkoordinasi dengan kades. Apabila ditemukan masalah di lapangan, segera koordinasikan dengan para kades agar bisa mendapatkan solusinya dengan cepat dan tepat. “Masyarakat tidak peduli dengan defisit anggaran, yang diinginkan, pelayanan tetap berjalan, bantuan ada dan aspirasi minta diterima dan wujudkan,” ujarnya.
Dengan keterbatasan anggaran, tegas Aulia, yang terpenting pemerintah bisa hadir di tengah masyarakat, datangi warga dengar keluhannya, diskusi secara terbuka akan lebih enak. “Yang terpenting transparansi, agar warga mau membangun kepercayaan untuk membangun wilayah,” pesannya.(Andri)