src="https://news.google.com/swg/js/v1/swg-basic.js">
Capres Anies Baswedan saat bertemu Sultan Kutai Kartanegara Ing Martapura Kamis 11 Januari 2024. (foto: Andri/headlinekaltim.co) HEADLINEKALTIM.CO, TENGGARONG – Dengan menumpang mobil Toyota Alphard hitam bersama mantan Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi Muhammad Hanif Dhakiri, Calon Presiden nomor urut 1 Anies Baswedan tiba di Kedaton Kesultanan Kutai Kartanegara. Anies datang tepat saat azan Zuhur berkumandang dari toa masjid Sultan Jami Aji Hasanuddin.
Kedatangan Capres nomor 1 tersebut disambut hangat oleh massa pendukung Partai Nasdem, PKS, PKB dan Partai Ummat. Massa ormas Pemuda Pancasila juga tampak menyemut.
Sebelum menemui Sultan Kutai Kartanegara Ing Martapura Adji Muhammad Arifin, prosesi adat Tepong Tawar dilakukan oleh kerabat kesultanan kepada Capres Anies. Sambutan selamat datang dari pihak Kesultanan dibacakan Pangeran Mangku Putih.
Kesultanan memberikan restu kepada Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar (AMIN) untuk berkompetisi di Pilpres 2024 yang akan digelar 14 Februari 2024 nanti. “Restu juga diberikan ke Capres Ganjar Pranowo yang dulu silaturahmi ke kami, dan juga Capres Prabowo Subianto yang rencanakan akan datangi kami sekitar akhir bulan ini,” sebutnya.
Anies di hadapan massa yang hadir menyebut Kesultanan Kutai merupakan kesultanan yang diabadikan untuk kepentingan masyarakat Kukar. Spirit persaudaraan sudah terasa saat dia datang ke Kedaton untuk bersilaturahmi bersama Sultan Kutai beserta istri dan keluarganya. “Kami yang mendapatkan amanat untuk mengikuti pesta Demokrasi, ingin mewujudkan keadilan sosial bagi seluruh rakyat, bukan hanya untuk kepentingan kelompok tertentu. Semoga Indonesia adil makmur bukan hanya pernyataan, tapi menjadi kenyataan,” sebut mantan Gubernur DKI Jakarta ini.
Untuk Kaltim, Anies menyebut daerah ini memiliki kekayaan sumber daya alam yang berlimpah. Namun, masih ditemukan masalah-masalah dasar di Kaltim yang belum terselesaikan. “Semoga PR di Kaltim bisa diselesaikan. Kebudayaan bisa terus dikembangkan,” ucapnya.
Di akhir acara, Anies menerima cinderamata berupa mandau besar dari Sultan Kutai. Dia lalu menyempatkan diri menyapa massa relawan yang sudah lama menunggunya di Monumen Pancasila Tenggarong.
40 Personel Bawaslu
Kehadiran Capres Anies ke Kedaton dipantau langsung oleh Bawaslu yang mengerahkan sebanyak 40 personel yang terdiri dari Bawaslu Kaltim, Kabupaten dan hinga Panwas kecamatan.
“Kami pantau, apakah terjadi kampanye di tempat ibadah, apakah terjadi kampanye di lapangan pemuda yang merupakan fasilitas pemerintah, serta apakah ada keterlibatan ASN yang hadir, sebagaimana yang terjadi saat kehadiran Capres Ganjar,” ucap Ketua Bawaslu Kukar, Teguh Wibowo.
Teguh mengakui, pemantauan aktivitas kampanye Anies Baswedan lebih ringan dari Capres yang lain karena kegiatan yang terpusat hanya di sekitar Kedaton. Ini berbeda dengan Capres lain yang mendatangi beberapa tempat.
Saat pemantauan kampanye Capres Ganjar, Bawaslu harus menurunkan personel lebih banyak. “Begitu juga nanti, saat kedatangan Capres Prabowo pada 28 Januari 2024 nanti, personel pengawas banyak yang terlibat karena jadwal Capres Prabowo selain ke Kedaton juga ke Stadion Aji Imbut Tenggarong Seberang untuk menggelar acara di sana,” tutupnya.(Andri)
Ikuti Saluran whatsapp Headline Kaltim dan Google News Headline Kaltim untuk pembaruan lebih lanjut tentang berita populer lainnya