src="https://news.google.com/swg/js/v1/swg-basic.js"> Sebanyak 1.120 Tabung Elpiji Subsidi Didistribusikan, Warga Serbu Lapangan Pemuda

Sebanyak 1.120 Tabung Elpiji Subsidi Didistribusikan, Warga Serbu Lapangan Pemuda

2 minutes reading
Wednesday, 10 Jan 2024 21:15 280 huldi amal

HEADLINEKALTIM.CO, TANJUNG REDEB – Ratusan masyarakat memadati halaman GOR Pemuda, Tanjung Redeb untuk mendapatkan tabung gas elpiji 3 Kg alias gas melon pada Rabu, 10 Januari 2024.

Sebanyak 1.120 tabung gas elpiji 3 kilogram didistribusikan. Antrean panjang pun terjadi sejak pagi hari. Petugas dari Dinas Koperasi Perindustrian dan Perdagangan (Diskoperindag) Berau, Kepolisian, dan Satpol PP berupaya untuk menertibkan antrean warga yang membludak.
Kepala Bidang (Kabid) Bina Usaha Perdagangan Diskoperindag Berau, Hotlan Silalahi menyampaikan, pendistribusian ini serentak dilakukan di empat kecamatan, yakni kecamatan Tanjung Redeb, Sambaliung, Gunung Tabur, dan Teluk Bayur. Masing-masing kecamatan mendapatkan kuota sebanyak 1.120 tabung.
“Antrean masyarakat sudah ramai sejak pagi , untung saja mereka (masyarakat) dapat berbaris dengan rapi sehingga pendistribusian berjalan dengan lancar,” jelasnya pada Rabu, 10 Januari 2024.
Syarat yang diperlukan adalah Kartu Keluarga (KK) dan Kartu Tanda Penduduk (KTP) saja. Hal ini dilakukan agar penyebaran elpiji subsidi ini dapat merata dan tepat sasaran.
Menurutnya, cara ini juga untuk mengatasi harga gas melon yang dijual mahal oleh pengecer. “Untuk satu orang, dibatasi hanya boleh membeli satu tabung saja dan harganya sebesar Rp25.000 per tabung,” bebernya.
Hotlan mengimbau kepada masyarakat yang memang berhak mendapatkan gas subsidi ini untuk membeli langsung ke pangkalan atau agen resmi. Sebab, kata dia, pengecer sudah dilarang untuk menjual gas melon. “Awal tahun ini, Pertamina menambah kuota untuk Kabupaten Berau menjadi sekitar 7.800 tabung yang tersebar ke empat kecamatan terdekat,” ucapnya.
Menurutnya, jika kuota itu masih kurang, bisa dikoordinasikan ulang dengan pihak Pertamina. Namun, Hotlan menegaskan, penggunaan elpiji 3 kilogram ini hanya dikhususkan untuk masyarakat miskin dan pelaku usaha mikro kecil menengah (UMKM).
Pendistribusian kali ini menjadi edukasi untuk masyarakat agar pembelian gas bersubsidi kini wajib dilakukan di agen resmi atau pangkalan.
“Jika ada temuan, maka itu bisa segera dilaporkan sehingga kita dapat mengevaluasi hal ini bersama,” pungkasnya. (Riska)

 

Ikuti Saluran whatsapp Headline Kaltim dan Google News Headline Kaltim untuk pembaruan lebih lanjut tentang berita populer lainnya

banner pemkab berau baru
LAINNYA
x