src="https://news.google.com/swg/js/v1/swg-basic.js">
Anggota Bawaslu Kukar Hardianda.(istimewa)HEADLINEKALTIM.CO, TENGGARONG –– Anggota Bawaslu Kukar Divisi Penanganan Pelanggaran Pemilu, Data dan Informasi, Hardianda mengatakan pihaknya sudah menyerahkan hasil kajian terkait laporan dugaan pelanggaran netralitas ASN, camat dan 3 lurah di Tenggarong.
“Kemarin, Jumat 22 Desember 2023, kami sudah antar hasil kajian kita ke KASN terkait dugaan pelanggaran yang dilakukan Camat dan tiga lurah yang menghadiri acara Capres 03 Ganjar Pranowo beberapa waktu lalu di Tenggarong,” sebut Hardianda, Sabtu 23 Desember 2023 melalui telepon.
Tim Bawaslu mendatangi masing-masing personel ASN tersebut. Mereka mengakui menghadiri acara Capres Ganjar Pranowo.
Terduga ASN ditanyai beberapa pertanyaan seperti alasan kehadiran di acara tersebut. Apakah ada perintah pimpinan, apa yang diperbuat, hingga ke lokasi acara memakai fasilitas negara atau tidak. Hal-hal ini ditanyakan secara detail.
“Terduga punya hak jawab dan klarifikasi dari apa yang kami tanyakan secara gamblang,” ucapnya.
Dari empat orang terlapor tersebut menjawab tanpa ada yang ditutup-tutupi. Misalnya, siapa yang mengundang para ASN tersebut ke acara Capres Ganjar. ASN itu ada yang menjawab pihak pengundang adapah masyarakat dan datang atas nama pribadi.
“Karena kita sudah serahkan ke KASN, maka keputusannya kita serahkan sepenuhnya,” sebutnya.
Diakuinya, KASN tidak punya batasan waktu dalam menangani kasus dugaan pelanggaran netralitas.
“Jika dalam satu bulan bahan kajian kita belum ditanggapi KASN, maka kami akan menyurati kembali untuk segera ditanggapi,” katanya.
Putusan dari KASN menjadi penting bagi Bawaslu. Sebab, sebut Hardianda, dari putusan tersebut pada ranah sanksi menjadi final. “Kalau sudah ada putusan, kami akan publikasi secara luas,” sebutnya.
Mencuatnya kasus dugaan pelanggaran netralitas ASN Kukar ini berdasarkan laporan TKN Prabowo-Gibran, Taufik yang juga politisi partai Demokrat Kukar. Dirinya yang melaporkan pelanggaran ASN tersebut ke Bawaslu Kukar.
Bupati Kukar Edi Damasyah sempat menekankan kepada ASN untuk berhati-hati jelang Pemilu 2024. Itu karena banyak publik yang menyoroti persoalan netralitas ASN.
“Saya harap ASN Kukar untuk tetap menjaga netralitas jelang Pemilu 2024,” sebut Edi.(Andri)