src="https://news.google.com/swg/js/v1/swg-basic.js"> Dinsos Kukar Gandeng Baznas untuk Pemulangan Orang Terlantar, Tiga Orang Sudah 'Pulkam'

Dinsos Kukar Gandeng Baznas untuk Pemulangan Orang Terlantar, Tiga Orang Sudah ‘Pulkam’

waktu baca 2 menit
Jumat, 10 Jul 2026 06:34 9 huldi amal

HEADLINEKALTIM.CO, TENGGARONG – Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) menggandeng Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kukar untuk membantu pemulangan warga terlantar ke daerah asalnya. Kerja sama ini dilakukan karena tidak tersedia lagi anggaran khusus pemulangan orang terlantar dalam mata anggaran Dinsos.

Kepala Bidang Rehabilitasi Sosial dan Penanganan Warga Korban Tindak Kekerasan Dinsos Kukar, Sunarko, mengatakan kolaborasi dengan Baznas menjadi solusi agar pelayanan kepada masyarakat tetap berjalan meski mengalami keterbatasan anggaran.

“Sampai saat ini sudah ada tiga orang terlantar yang berhasil kami pulangkan ke daerah asalnya melalui dukungan Baznas,” ujar Sunarko, Kamis (9/7/2026).

Menurutnya, sejak anggaran pemulangan tidak lagi tersedia, jumlah laporan mengenai orang terlantar yang masuk ke Dinsos juga mengalami penurunan dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.

Meski demikian, kasus orang terlantar masih ditemukan, terutama melibatkan pekerja dari luar Kalimantan Timur yang datang ke Kutai Kartanegara untuk bekerja di sektor perkebunan kelapa sawit.

Sunarko menjelaskan, sebagian dari mereka menghadapi persoalan ketidakjelasan kontrak kerja maupun tidak memperoleh kepastian pembayaran upah dari pemberi kerja. Kondisi tersebut membuat para pekerja kehilangan tempat tinggal dan akhirnya terlantar.

“Kasus yang sering kami tangani adalah pekerja dari luar daerah yang mengalami masalah dalam hubungan kerja sehingga akhirnya terlantar di Kukar,” jelasnya.

Ia menilai salah satu langkah penting untuk mempermudah penanganan kasus seperti ini adalah memastikan setiap warga memiliki administrasi kependudukan yang lengkap. Dengan identitas yang jelas, proses pendataan, koordinasi, hingga pemulangan dapat dilakukan lebih cepat.

“Langkah yang paling tepat adalah mengurus administrasi kependudukan agar identitas setiap orang jelas dan mudah ditelusuri,” katanya.

Sunarko menegaskan, meskipun keterbatasan anggaran menjadi tantangan, Dinsos Kukar tetap berkomitmen memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat yang membutuhkan bantuan.

Menurutnya, meski sebagian besar orang terlantar berasal dari luar Kutai Kartanegara, pemerintah daerah tetap memiliki tanggung jawab untuk memberikan penanganan karena peristiwa tersebut terjadi di wilayah Kukar.

“Memang yang terlantar berasal dari luar Kukar, tetapi karena kasusnya terjadi di wilayah Kutai Kartanegara, maka menjadi tanggung jawab kami untuk memberikan penanganan sesuai kewenangan,” pungkasnya. (Andri)

LAINNYA
x