src="https://news.google.com/swg/js/v1/swg-basic.js"> Wabup Gamalis Mulakan Berau Job Fair 2026

Wabup Gamalis Mulakan Berau Job Fair 2026

waktu baca 3 menit
Rabu, 29 Jul 2026 19:12 19 huldi amal

HEADLINEKALTIM.CO, TANJUNG REDEB – Berau Job Fair 2026 yang digelar di Ballroom SM Tower Hotel Berau pada 29–30 Juli 2026 tidak hanya menjadi ajang mempertemukan pencari kerja dengan perusahaan, tetapi juga membuka peluang peningkatan kompetensi melalui pelatihan vokasi yang didukung langsung oleh Kementerian Ketenagakerjaan RI.

Sebanyak 26 perusahaan dari berbagai sektor berpartisipasi pada Berau Job Fair 2026. Pemkab Berau memanfaatkan momentum ini sebagai langkah strategis untuk menekan angka pengangguran sekaligus membekali masyarakat dengan keterampilan yang sesuai kebutuhan dunia kerja maupun usaha mandiri.

Wakil Bupati Berau, Gamalis, mengatakan job fair merupakan salah satu solusi yang diharapkan mampu menjawab persoalan ketenagakerjaan, mulai dari pengangguran hingga pekerja setengah menganggur. “Job fair ini adalah bagian dari solusi yang kita harapkan dapat mengatasi persoalan ketenagakerjaan, baik pengangguran maupun setengah pengangguran,” ujarnya.

Selain membuka akses terhadap lowongan pekerjaan, Pemkab Berau juga tengah mempersiapkan pengoperasian Balai Latihan Kerja (BLK) yang baru dibangun. Menurutnya, fasilitas tersebut akan dioptimalkan melalui dukungan pemerintah pusat.

Ia mengungkapkan, Kementerian Ketenagakerjaan telah menyiapkan kuota sekitar 4.800 peserta pelatihan yang akan dibagi untuk tiga provinsi, yakni Kalimantan Timur, Kalimantan Utara, dan Kalimantan Selatan. Berau pun berupaya memperoleh porsi sebanyak mungkin melalui koordinasi dengan pemerintah pusat.

“Kalau daerah belum memiliki BLK, tim dari kementerian yang akan datang memberikan pelatihan. Kalau BLK sudah tersedia seperti di Berau, fasilitas dan peralatan pelatihannya akan mereka siapkan,” jelasnya.

Pelatihan yang disiapkan mencakup berbagai bidang yang relevan dengan kebutuhan saat ini, seperti barista, pengelasan, tata boga, barbershop, styling, hingga keterampilan di bidang kecantikan. Pelatihan tersebut diarahkan untuk mencetak tenaga kerja yang tidak hanya siap bekerja di perusahaan, tetapi juga mampu membangun usaha secara mandiri.

“Kita ingin masyarakat memiliki keterampilan yang bisa membuat mereka berdiri sendiri, membuka usaha sendiri, sehingga tidak hanya bergantung pada lapangan kerja yang tersedia,” jelasnya.

Kepala Balai Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BPVP) Samarinda Kementerian Ketenagakerjaan RI, Eka Cahyana Adi, menegaskan pihaknya siap memberikan dukungan penuh kepada Kabupaten Berau melalui berbagai program pelatihan vokasi.

Ia menyebut pelatihan tersebut terbuka bagi pencari kerja, pekerja yang ingin meningkatkan kompetensi (upskilling), pekerja terdampak PHK (reskilling), hingga penyandang disabilitas melalui program GEDSI (Gender Equality, Disability, and Social Inclusion).

“Semua memiliki kesempatan mengikuti pelatihan, termasuk penyandang disabilitas. Kami ingin pelatihan ini benar-benar inklusif,” ujarnya.

BPVP Samarinda juga menyediakan dua skema pelatihan, yakni pelatihan institusional yang dilaksanakan di balai pelatihan Samarinda dan pelatihan noninstitusional yang dapat diselenggarakan langsung di daerah, termasuk di Kabupaten Berau.

Komunitas, perusahaan, UMKM, hingga kelompok masyarakat dapat mengusulkan kebutuhan pelatihan melalui Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi Kabupaten Berau. Setelah dilakukan pendataan dan seleksi, pelatihan dapat dilaksanakan di balai desa, sekolah, kampus, maupun lokasi lain yang memenuhi syarat.

Peserta nantinya akan memperoleh dua dokumen, yakni sertifikat pelatihan dari Kementerian Ketenagakerjaan dan sertifikat kompetensi dari Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP).

Tak hanya berhenti pada pelatihan, peserta juga akan didampingi mengakses peluang kerja melalui Job Fair maupun platform digital Karirhub milik Kementerian Ketenagakerjaan. Dengan sistem berbasis Nomor Induk Kependudukan (NIK), peserta dapat melamar pekerjaan di berbagai daerah di Indonesia. “Kami ingin masyarakat Berau tidak hanya memiliki kompetensi, tetapi juga akses yang luas terhadap dunia kerja.

Setelah pelatihan, mereka akan diarahkan ke job fair maupun Karirhub sehingga peluang bekerja semakin terbuka,” pungkasnya. (Adv58/Riska)

LAINNYA
x