Beranda BUMI ETAM Rabu Petang, Jalur Pattimura Bisa Dilalui Motor

Rabu Petang, Jalur Pattimura Bisa Dilalui Motor

Longsor di Jl Pattimura (foto: Ningsih/headlinekaltim.co)
Advertisement

HEADLINEKALTIM.CO, SAMARINDA – Hingga Rabu sore ini, akses jalan menuju Palaran dari arah Mangkupalas, Samarinda Seberang masih tersendat. Pasalnya, pembersihan material longsoran yang ada di jalur Teluk Bajau, Pattimura, Mangkupalas belum rampung. Namun demikian, untuk sementara hanya kendaraan roda dua yang dapat melintas. Sedangkan untuk kendaraan roda empat dialihkan melalui jalur lain.

Dari lokasi longsoran, petugas dari UPTD 2 PUPR Kaltim terus berupaya melakukan pembersihan material longsor dengan menggunakan dua unit alat berat.

Hingga pukul 18.00 Wita, jalur tersebut sudah dapat dilalui kendaraan roda dua, namun jalan yang bisa dilalui tersebut dengan lebar kurang lebih satu meter, cukup hanya untuk satu motor. Alhasil, pemotor harus rela bergantian untuk bisa melintas di jalur tersebut. Kondisi jalan becek dan licin, justru dapat membahayakan keselamatan pengguna jalan.

Advertisement

Di lokasi longsoran, sejumlah petugas dari PUPR Kaltim, BPBD, Dishub dan relawan masih berupaya melakukan pembersihan.

Koordinator BPBD Samarinda untuk wilayah Samarinda Seberang – Palaran Sujial mengatakan, material longsoran dikerjakan secara bertahap. Mengingat kondisi di lapangan yang kurang mendukung, seperti material longsoran berupa tanah basah, lengket di mesin dan alat pengeruk eskavator sehingga menyulitkan petugas.

Tak hanya itu saja, resiko terjadinya longsoran susulan masih perlu diwaspadai. Mengingat kondisi bukit yang labil, terlebih di musim penghujan, akan mudah terbawa aliran air deras dari atas bukit yang gundul.

Baca Juga  Menyedihkan, Pengakuan Penjual Pernak-pernik Hari Kemerdekaan di Masa Pandemi  

“Masih terus dikerjakan dan alhamdulillah sudah mulai bisa dilalui kendaraan bermotor, tapi tetap harus hati-hati. Jalan licin dan harus bergantian, ” ucapnya.

“Diupayakan untuk dapat membuka satu jalur kendaraan dulu, karena memang kesulitannya di lapangan, material longsoran basah dan lengket. Ditambah dengan kondisi bukit yang labil, rawan longsor susulan, sehingga juga bisa membahayakan bagi petugas yang melakukan pembersihan longsoran, ” terang Sujial.

Dari jalur yang sudah bisa dilalui, ternyata tepat di sisi sebelah kiri, kondisi jalan mulai ambles dan tidak ada penahan, sehingga juga membahayakan penggunaan jalan.

“Di sisi sebelah kiri tepat di jalur yang sudah dibuka jalannya juga mulai amblas. Tidak ada penahan, ini juga membahayakan dan harus segera diantisipasi. Khawatir ada yang melintas, terutama ketika malam, orang tidak akan melihat itu, ” pungkasnya.

Penulis : Ningsih

Editor: Amin

Komentar
Advertisement