Beranda Balikpapan Balikpapan Terbesar Sumbang Jumlah Kasus COVID-19, Ini Kata Rizal

Balikpapan Terbesar Sumbang Jumlah Kasus COVID-19, Ini Kata Rizal

Kasus COVID-19
Walikota Balikpapan Rizal Effendi (foto: IG rz_effendi58/headlinekaltim.co)
Advertisement

HEADLINEKALTIM.CO, SAMARINDA – Balikpapan menjadi kota terbanyak yang menerima Panji-panji Keberhasilan Pembangunan Daerah Kaltim tahun 2020.

Walikota Balikpapan Rizal Effendi ditemui awak media usai mengikuti upacara HUT Provinsi Kaltim ke-64 di Kantor Gubernur Kaltim, mengatakan dirinya bersyukur dan berterimakasih atas prestasi yang diberikan oleh Pemerintah Provinsi Kaltim dan seluruh OPD.

“Kita bersyukur dan berterimakasih atas penilaian terbaik pada Balikpapan. Kita senang, apa yang kita lakukan selama ini tentu untuk pemerataan,” ucapnya Sabtu, 9 Januari 2021.

Penilaian terbaik yang diberikan oleh Pemprov Kaltim, kata Rizal Effendi menjadi indikator bahwa apa yang telah dikerjakan oleh Pemkot Balikpapan sudah sesuai dengan apa yang diharapkan. Walau demikian, ia mengakui bahwa secara keseluruhan hasil yang dicapai belum maksimal dalam hal kesejahteraan pembangunan kota.

Advertisement

“Tentu belum mencapai kesejahteraan membangun kota yang maju dan berkelanjutan. Tapi ini adalah pekerjaan sepanjang masa,” ujarnya.

Dikatakan Walikota Rizal Effendi, setiap tahun tantangan yang dihadapi semakin besar dan berubah dengan masalah yang kian kompleks, diantaranya masalah banjir, sumber daya manusia dan yang saat ini masalah terbesar adalah COVID-19.

“Sekarang yang kita hadapi adalah perkembangan COVID-19 yang meningkat tajam di Balikpapan,” katanya.

Sempat disinggung Gubernur Kaltim Isran Noor terkait prestasi besar yang diperoleh Kota Balikpapan namun Balikpapan pula sebagai kota penyumbang terbesar kasus COVID-19, Rizal Effendi tak menyangkal hal tersebut.

Baca Juga  Desember, Kasus Covid-19 di Samarinda Sudah Flat

Dikatakannya, penyumbang terbesar COVID-19 di wilayahnya berasal dari klaster perusahaan migas, selain itu karena Balikpapan menjadi daerah transit pekerja dan pendatang yang akan keluar masuk Kaltim.

“Memang ini seperti yang disinggung pak Gubernur. Kita menjadi kota terdepan COVID-19, karena kita menjadi pintu gerbang lalulintas pekerja migas. Ini terbesar sumbangannya dan mereka semua ada di Balikpapan, walaupun lokasi kerjanya di Kukar, PPU dan kota lain. Tapi mereka transit di Balikpapan,” beber Rizal Effendi.

“Klaster keluarga belakangan ini juga meningkat. Klaster liburan, klaster natal juga meningkat. Ini yang harus diwaspadai,” lanjut dia.

Di Balikpapan sendiri, kata Rizal Effendi, kapasitas dan fasilitas hunian untuk pasien COVID-19 di rumah sakit mulai sesak. Bahkan sudah 80 hingga 90 persen rumah sakit sudah terisi. Tidak hanya terjadi di Balikpapan, namun kapasitas tampung pasien COVID-19 di seluruh rumah sakit di Kaltim pun mulai naik.

“Hunian rumah sakit sudah di atas 80 persen hampir 90 persen. Kita harus sudah hati-hati karena bisa tidak cukup tempat fasilitas perawatan di 8 rumah sakit yang menangani COVID-19,” ujarnya.

Untuk menekan penyebaran COVID-19 di wilayahnya, Walikota Rizal Effendi mengungkapkan bahwa pihakny dalam waktu dekat akan melakukan karantina wilayah, khususnya pada fasilitas umum dan lokasi kegiatan sosial.

“Kita memang minta masyarakat melaksanakan disiplin 3M. Kemudian pengetatan di bandara, ini sudah kita minta pada presiden. Mungkin nanti pembatasan-pembatasan akan kita lakukan kembali, kita lihat beberapa wilayah yang dianggap rawan, akan kita tingkatkan pembatasan seperti yang dilakukan di pulau Jawa dan Bali,” terangnya.

Baca Juga  17 Pekerja Balikpapan Positif Covid-19, Klaster Baru Perusahaan Migas Anggana

“Akan ada rencana karantina wilayah, fasilitas umum, tempat kegiatan sosial mungkin kita stop dulu. Mungkin yang mendesak, seperti perkantoran, WFH akan kita tingkatkan dari 50 persen menjadi 75 persen. Termasuk tempat ibadah, beberapa hal akan kita perketat,” pungkasnya.

Penulis : Ningsih

Editor: Amin

Komentar
Advertisement