src="https://news.google.com/swg/js/v1/swg-basic.js"> Vaksinasi Penyandang Disabilitas Dilakukan Door to Door

Vaksinasi Penyandang Disabilitas Dilakukan Door to Door

waktu baca 2 menit
Rabu, 29 Des 2021 17:21 218 huldi amal

HEADLINEKALTIM.CO, SAMARINDA –Perkumpulan Penyandang Disabilitas Indonesia (PPDI) Provinsi Kaltim gencar melaksanakan vaksinasi COVID-19 terhadap penyandang disabilitas. Bahkan, vaksinasi dilakukan door to door kepada penyandang disabilitas dengan kategori berat.

Upaya tersebut dilakukan PPDI Kaltim dalam rangka mendukung program pemerintah untuk meningkatkan herd immunity kepada seluruh penyandang disabilitas.

Pelaksanaan vaksinansi COVID-19 terhadap penyandang disabilitas tersebut juga atas inisiatif dari PPDI Kaltim, didukung oleh donatur dan RSJD Atma Husada.

“Anak-anak dan saudara kita yang menyandang disabilitas berat itu tidak bisa menuju ke tempat pelayanan vaksin, padahal mereka juga berhak mendapatkan vaksinasi COVID-19 karena mereka lebih rentan terhadap penyebaran COVID, maka memerlukan pelayanan doubel,” ujar Ketua PPDI Kaltim Ani Juwariyah saat dihubungi headlinekaltim.co melalui sambungan telepon, Rabu 29 Desember 2021.

Dirinya menilai, sosialisasi dan edukasi terhadap penyandang disabilitas akan pentingnya vaksinasi COVID-19 masih kurang. Akibatnya, banyak diantara penyandang disabilitas yang akhirnya tidak ikut melakukan vaksinasi.

“Faktanya selama ini pemerintah belum memberikan pelayanan yang sifatnya datang berkunjung ke rumah, melainkan mereka harus datang sendiri ke faskes, padahal itu sulit,” katanya.

“Makanya kami dari PPDI melihat ini harus ada sesuatu yang harus dilakukan, dengan vaksinasi door to door,” sambungnya.

Katanya, saat ini sedikitnya sudah 80 orang penyandang disabilitas yang melakukan vaksinasi COVID-19. Ditargetkan, setiap hari ada 30 orang yang ikut melakukan vaksinasi.

“80 orang sudah tervaksin, ada yang baru dosis 1 tapi ada juga yang sudah dosis 2. Setiap hari diupayakan ada yang divaksin, targetnya 30 orang sehingga kami juga bekerja sama dengan RS Jiwa untuk pelaksanaannya,” ujarnya.

Menurut Ani Juwariyah, perlakuan bagi penyandang disabilitas saat vaksinansi COVID-19 hendaknya berbeda dengan masyarakat biasa lainya. Pasalnya, pada beberapa kondisi, ada penyandang disabilitas yang memerlukan pendampingan, seperti juru bicara isyarat bagi tuna rungu.

“Kenapa kita berbeda dengan yang massal? Karena penyandang disabilitas rentan, sehingga kita menghindari kerumunan. Selain itu, seperti penyandang disabilitas dengan kondisi tuna rungu, dia memerlukan juru bahasa isyarat supaya mereka paham apa yang dilakukan saat vaksin dan pascavaksin,” katanya.

Ani berharap, pemerintah juga dapat memberikan perhatian yang lebih kepada penyandang disabilitas, khususnya untuk vaksinansi COVID-19. “Saya berharap pemerintah lebih agresif melakukan sosialisasi dan vaksinansi kepada penyandang disabilitas,” harapnya.

Penulis: Ningsih

Editor:  MH Amal

LAINNYA
x